<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Vitta26's Weblog</title>
	<atom:link href="http://vitta26.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://vitta26.wordpress.com</link>
	<description>beLajarLah untuk menjadi orang yang pintar beLajar</description>
	<lastBuildDate>Thu, 25 Sep 2008 03:52:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='vitta26.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Vitta26's Weblog</title>
		<link>http://vitta26.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://vitta26.wordpress.com/osd.xml" title="Vitta26&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://vitta26.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>SEJARAH KLAN UCHIHA</title>
		<link>http://vitta26.wordpress.com/2008/09/25/71/</link>
		<comments>http://vitta26.wordpress.com/2008/09/25/71/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Sep 2008 03:45:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vitta26</dc:creator>
				<category><![CDATA[september]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vitta26.wordpress.com/?p=71</guid>
		<description><![CDATA[cerita ini belum di ketahui kebenarannya.. Sejarah Hitam Klan Uchiha : Darah Warisan Tengu Klan Hyuuga merupakan salah satu daripada Klan paling lama yang mendiami Kampung Konoha. Mereka sudah ada di sana(Konoha Village) semenjak awal penubuhannya. Pada zaman dahulu ada seorang anak gadis dari Klan Hyuuga telah jatuh cinta dengan seorang lelaki pendatang. Gadis tersebut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vitta26.wordpress.com&amp;blog=3657632&amp;post=71&amp;subd=vitta26&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" src="http://i184.photobucket.com/albums/x239/glennsho/SojobobyGenzo.jpg" alt="" width="450" height="627" /></p>
<p>cerita ini belum di ketahui kebenarannya..</p>
<p>Sejarah Hitam Klan Uchiha : Darah Warisan Tengu</p>
<p>Klan Hyuuga merupakan salah satu daripada Klan paling lama yang mendiami Kampung Konoha. Mereka sudah ada di sana(Konoha Village) semenjak awal penubuhannya. Pada zaman dahulu ada seorang anak gadis dari Klan Hyuuga telah jatuh cinta dengan seorang lelaki pendatang. Gadis tersebut mengambil keputusan utk menikahi lelaki itu meskipun mendapat tentangan dari klannya sendiri. Sebenarnya lelaki itu bukanlah orang biasa. Bahkan lelaki ini bukan manusia sama sekali. Namanya ialah Sojobo. Dia adalah Raja Tengu.</p>
<p>Terdapat dua jenis Tengu. Pertama, Tengu Karasu( makhluk yg mirip seperti gagak serta memiliki paruh dan sayap) dan Kedua, Tengu Konoha ( atau di kenali juga sebagai Tengu Yamabushi). Sojobo ialah Tengu Konoha. Dia memiliki hidung yg panjang dan berambut putih serta sepasang sayap hitam di belakangnya. Sebagai Raja Tengu, Sojobo mempunyai beberapa kekuatan mistik. Dia membawa sejenis kipas yg dibuat dari daun Fatsia yg bisa membangkitkan angin kuat. Dia juga mampu memindahkan(mcm fwtele) dirinya atau benda dari satu tempat ke tempat lain. Dia bisa berhubung dengan manusia melalui telepati atau bahkan merasuki jiwa serta menyebabkan mereka menjadi gila. Di samping itu, Sojobo juga mampu bertukar-rupa. Kadang2 dia sering menukar dirinya sebagai manusia utk berhubungan dengan manusia.</p>
<p>Adapun, gadis tersebut telah jatuh cinta kepada Sojobo yg menyamar dalam bentuk manusia tanpa mengetahui identitas sebenarnya. Mereka menikah tidak lama selepas itu. 2 tahun kemudian, gadis itu pun telah hamil dan melahirkan anak lelaki. Sojobo menamakan anak mereka dengan nama Uchiha. Uchiha Madara. Uchiha berarti Kipas dan ini merupakan symbol utk clan Uchiha.</p>
<p>Uchiha Madara membesar menjadi seorang shinobi yg sangat kuat. Dia bukan saja memiliki kuasa warisan dari ibunya bahkan karena darah Tengu di dalam badannya telah menyebabkan Mata Byakugannya telah bertukar bentuk, menjadi lebih kuat. Yaitu Mata Sharingan. Darah warisan yg baru ini ada dua tahap. Sharingan Biasa dan Mangekyou Sharingan. Seperti ayahnya Madara memiliki kuasa mistik yg menakjubkan. Dia mampu mengunakan telepati atau bergerak merentasi dimensi. Mata Sharingan biasa Madara sentiasa aktif sepanjang waktu tanpa perlu mengunakan chakra. Dia juga telah menciptakan 3 jutsu yg istimewa. Tsukiyomi( membuat orang menjadi gila ), Amaterasu ( teknik memindah objek atau orang ke dimensi lain), dan Susanoo ( teknik membuat angin).</p>
<p>Disebabkan keberaniannya dan kekuatan yg diamiliki, Madara menjadi pelindung kampung konoha meskipun dia masih remaja ketika itu. Dia menjadi rekan karib Shodaime. Dan mereka bersama2 bertanggungjawab melindungi kampung Konoha. Madara mendirikan Pasukan Polisi Konoha yg pertama dan berjanji akan melindungi kampung Konoha walaupun harus mempertaruhkan nyawanya sekalipun.</p>
<p>Namun ketenangan itu tidak lama berlangsung, saat Madara menjadi dewasa, Sojobo mulai memunculkan niat sebenarnya. Sojobo menikahi ibu Madara bukan atas dasar cinta. Dia hanya mencari tubuh manusia yg sempurna utk di diami.( Mcm Jutsu Orochimaru). Dia mendapati cara yg terbaik adalah memperolehnya dari darah dagingnya sendiri. Sojobo berniat mengambil tubuh Madara saat dia menjadi dewasa. Madara mengetahui niat ayahnya ini. Dia merasa marah dan terkejut sekali. Dia merasa dirinya diperalat namun dia tidak menyerah begitu saja. Madara sadar bahwa dia tidak setanding dengan ayahnya. Lalu dia pun meminta bantuan dari Bijuu( atau di kenal sebagai Kyuubi) Kyuubi Si Dewa Api.</p>
<p>Kyuubi sangat kagum dengan kekuatan yang di miliki Madara. Satu perjanjian telah di buat dan Kyuubi setuju meminjamkan kekuatannya kepada Madara. Tidak lama kemudian Madara Berjaya dengan menguasai Jurus “ Katon” yg mengeluarkan api gelap yg membakar 7 hari 7 malam jika di aktifkan bersama Amaterasu. Walaupun dengan adanya bantuan dari kekuatan Kyuubi, Madara hanya mampu mengalahkan Sojobo tapi tidak dapat membunuhnya. Madara pun mengurung(Teknik Seal) Sojobo dengan Jurus seal yg istimewa. Untuk membuka seal ini diperlukan Kuasa Kyuubi serta 3 orang ahli Uchiha yg memiliki Mata Mangekyou Sharingan. Tapi Madara tidak menduga akan terjadi peristiwa berdarah karena kejadian ini di kemudian hari .</p>
<p>Shodaime yg mengetahui tentang perjanjian antara Madara dengan Kyuubi menjadi sangat marah. .Shodaime mengira Madara seorang yg haus akan kekuatan sehingga menyebabkan dia membuat perjanjian bersama Kyuubi. Madara tidak menjelaskan kejadian sebenarnya karena dia tidak mau siapapun tahu bahwa dia adalah manusia separuh raksasa. Konflik mulai timbul antara keduanya, sehingga terjadi pertarungan yg hebat di Valley of End. ( Tempat yg sama terjadi pertarungan antara Naruto dan Sasuke nnt).</p>
<p>Setelah sekian lama sejak Sojobo di kurung, darah Tengu dalam keturunan Uchiha sudah tidak seperti dulu. Hanya karna di sebabkan pernikahan antara klan Uchiha dengan non-Uchiha selama beberapa generasi. Bahkan Sharingan biasa pun jarang sekali di temui kecuali pada sebagian kecil golongan elit klan Uchiha saja. Bahkan sejarah hitam klan Uchiha juga telah di lupakan. Sebuah Altar Tengu telah di bina di bawah Kuil Nakano untuk menyimpan rahasia klan Uchiha yg di sembunyikan oleh Madara( termasuk rahasia tentang membunuh org tersayang utk memiliki Mangekyou Sharingan). Rahasia ini telah di ketahui beberapa org dari klan uchiha. Klan Uchiha beranggapan rahasia ini adalah sesuatu yg memalukan dan bersumpah akan melindunginya.</p>
<p>20 tahun lalu, seorang ahli klan Uchiha telah di lahirkan. Dia kemudian membuktikan dia seorang yg istimewa untuk tahap biasa bg Klan Uchiha. Dia lulus akademi ninja pada umur 7 tahun, mampu mengaktifkan sharingan ketika baru berusia 8 tahun, menjadi Chunnin saat berusia 10 tahun dan menjadi Commander pasukan ANBU pada usia 13 tahun. Dia bernama Uchiha Itachi. Semasa Itachi telah terpilih menjadi anggota ahli ANBU, ayahnya Uchiha Fugaku merasa sudah saatnya memberitahu segala rahasia klan uchiha. Itachi mendapati tahu tentang MS serta asal-usul klan Uchiha. Dalam pikiran Itachi timbul niat jahat….</p>
<p>Pada suatu malam, semua lelaki dari klan Uchiha harus berkumpul dlm satu pertemuan penting. Tetapi 2 org tidak hadir yaitu Itachi dan Shisui. Itachi telah mengajak kawan baiknya Shisui ke sungai Nakano dan melakukan niat jahatnya. Dia membunuh Shisui pada malam itu dan memperoleh mata Mangekyou Sharingan. Pada keesokan harinya mayat Shisui di temukan bersama nota yg menyatakan dia telah membunuh dirinya sendiri. Sebenarnya Itachi telah meniru tulisan Shisui untuk mengelabui mata org.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" src="http://img166.imageshack.us/img166/6221/narutoch222p074ywdj8.png" alt="" width="431" height="640" /></p>
<p style="text-align:justify;">
<p>Karena hidup dlm ketakutan, takut kalau org mengetahui keturunan Uchiha adalah keturunan raksasa. Mereka sepakat utk menyimpan rahasia ini sampai mati. Itachi tidak setuju.Dia melihat klannya sudah tidak ada masa depan.Dia tidak paham mengapa mereka harus merasa malu tentang masa lalu mereka. Dia tidak paham mengapa klannya tidak mengunakan keistimewaan yg di miliki. Itachi merasa marah karena klannya memilih jalan yg seperti itu.</p>
<p>Ketika Itachi mendengar cerita tentang asal-usul keturunan Uchiha.Dia merasakan satu perasaan yg aneh, gembira dan merasa kuat. Itachi berfikir bahwa dia adalah orang yg paling istimewa diantara yg lain. Dia ingin melepaskan Seal Sojobo. Dia rela mengorbankan badannya untuk mendapat kuasa terhebat yg pernah dia lihat.</p>
<p>Lalu Itachi pun melaksanakan niatnya. Itachi tahu niat Akatsuki ingin mendapatkan Bijuu lalu dia mengambil keputusan utk bergabung dengan perkumpulan itu. Dia masuk karena ingin mendapatkan kekuatan Kyuubi.Bukan itu saja, Itachi memerlukan 3 orang Mangekyou Sharingan. Sekarang dia hanya perlu seorang lagi Mangekyou Sharingan.</p>
<p>Itachi menyedari bahwa ahli2 keturunannya tidak sanggup membunuh sahabat mereka atau org yang dekat dengan mereka untuk memiliki MS. Tapi Itachi mendapat akal untuk memperalat adiknya, Sasuke sebagai MS yg ketiga.</p>
<p>Pada mlm bulan penuh. Itachi membunuh seluruh ahli keturunan Uchiha termasuk ibu dan ayahnya sendiri.Kemudian dia menunggu adiknya pulang , Sasuke. Dia mau adiknya tahu bahwa dialah pelakunya. Itachi mengunakan Jurus Tsukiyomi kepada Sasuke dengan harapan Sasuke akan membencinya. Dia mau Sasuke memiliki perasaan kebencian yg kuat sehingga mampu membunuh kawannya sendiri dan mendapatkan MS. Itachi memberitahu Sasuke tempat pertemuan rahasia di kuil Nakano agar Sasuke mengetahui segala rahasia keturunan Uchiha. Dia mau Sasuke mengikuti perkataan yg di katakannya..yaitu menjadi seorang pendendam.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vitta26.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vitta26.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vitta26.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vitta26.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/vitta26.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/vitta26.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/vitta26.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/vitta26.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vitta26.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vitta26.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vitta26.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vitta26.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vitta26.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vitta26.wordpress.com/71/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vitta26.wordpress.com&amp;blog=3657632&amp;post=71&amp;subd=vitta26&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vitta26.wordpress.com/2008/09/25/71/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9f08df5db8ecc75e4241958bbdafe70f?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">si mungiL</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i184.photobucket.com/albums/x239/glennsho/SojobobyGenzo.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://img166.imageshack.us/img166/6221/narutoch222p074ywdj8.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Latihan Kultivasi Zhuge Liang</title>
		<link>http://vitta26.wordpress.com/2008/09/21/latihan-kultivasi-zhuge-liang/</link>
		<comments>http://vitta26.wordpress.com/2008/09/21/latihan-kultivasi-zhuge-liang/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Sep 2008 00:43:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vitta26</dc:creator>
				<category><![CDATA[september]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vitta26.wordpress.com/?p=65</guid>
		<description><![CDATA[Zhuge Liang adalah ahli strategi militer dari negara Han pada zaman Tiga Negara (220-280 A.D.). Dia adalah ahli strategi yang paling cerdik dan terkenal dalam sejarah Tiongkok. Dia acapkali dilukiskan sedang memakai sebuah jubah dan memegang kipas yang terbuat dari bulu burung bangau. Ketika Zhuge Liang berumur 9 tahun, dia masih tidak dapat berbicara. Keluarganya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vitta26.wordpress.com&amp;blog=3657632&amp;post=65&amp;subd=vitta26&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h6 style="text-align:center;"></h6>
<h6 style="text-align:center;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Zhuge Liang adalah ahli strategi militer dari negara Han<br />
pada zaman Tiga Negara (220-280 A.D.). Dia adalah ahli strategi yang paling cerdik dan terkenal dalam sejarah Tiongkok. Dia acapkali dilukiskan sedang memakai sebuah jubah dan memegang kipas yang terbuat dari bulu burung bangau.</span></h6>
<h6 style="text-align:center;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Ketika Zhuge Liang berumur 9 tahun, dia masih tidak dapat berbicara. Keluarganya sangat miskin. Ayahnya menyuruh dia menggembalakan domba di dekat sebuah bukit di sebuah gunung. Di atas gunung ada sebuah kuil Pendeta Tao dimana tinggal seorang Pendeta Tao tua dengan kepala penuh dengan uban.<br />
Setiap hari Pendeta Tao tersebut berjalan-jalan santai di luar kuil. Ketika ia berjumpa Zhuge Liang, dia mencoba berkomunikasi dengan anak laki-laki tersebut dengan menggunakan isyarat tangan. Zhuge Liang juga senang &#8220;berkomunikasi&#8221; dengan Pendeta Tao tersebut dengan isyarat tangan. Pendeta Tao itu menjadi sangat menyayangi Zhuge Liang yang pintar dan menawan itu.<br />
Dia mulai mengobati masalah kebisuan anak laki-laki itu. Tidak lama kemudian Zhuge Liang bisa berbicara!</span></h6>
<h6 style="text-align:center;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Zhuge Liang sangat gembira ketika akhirnya dia bisa bicara. Dia pergi mendaki menuju ke kuil Pendeta Tao tersebut untuk mengucapkan terima kasih. Pendeta Tao tersebut memberitahukannya, &#8220;Ketika kau pulang ke rumah, katakan<br />
pada orang tuamu bahwa saya mengangkatmu sebagai murid dan saya akan mengajari kamu membaca. Saya juga akan mengajarimu seni astronomi, geografi dan menerapkan teori Ying dan Yang di dalam strategi militer. Jika orang tuamu setuju, kamu harus hadir di sekolah setiap hari dan kamu tidak boleh membolos!&#8221;</span></h6>
<h6 style="text-align:center;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Sejak saat itu, Zhuge Liang menjadi murid Pendeta Tao tua tersebut. Hujan atau terang, Zhuge Liang akan mendaki gunung untuk menerima pelajarannya. Dia adalah seorang anak yang sangat pintar dan rajin yang sangat serius<br />
dalam pelajarannya. Dia juga mempunyai daya ingat yang sangat tajam. Pendeta Tao tersebut tidak pernah harus mengajari segala sesuatunya sampai dua kali. Dengan sendirinya Pendeta Tao tersebut menjadi semakin menyayanginya.</span></h6>
<h6 style="text-align:center;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Delapan tahun berlalu dengan cepatnya dan Zhuge Liang menjadi seorang remaja.</span></h6>
<h6 style="text-align:center;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Suatu hari ketika Zhuge Liang seperti biasanya turun gunung, dia melewati sebuah biara yang telah ditinggalkan, terletak di tengah-tengah gunung. Tiba-tiba datang hembusan angin yang sangat kuat, diikuti dengan badai petir. Zhuge Liang tiada pilihan lain selain berlari masuk ke biara yang telah ditinggalkan itu untuk menghindari badai. Di sana ada seorang wanita muda yang belum pernah dijumpai keluar untuk bertemu dengannya. Dia memiliki sepasang mata yang besar dan alis yang tipis. Dia begitu cantiknya sampai-sampai Zhuge Liang hampir salah mengiranya adalah seorang dewi. Dia segera tertarik dengan wanita muda tersebut.</span></h6>
<h6 style="text-align:center;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Ketika badai berhenti, wanita cantik itu menemui dia di depan pintu dan berkata padanya dengan tersenyum, &#8220;Karena sekarang kita sudah saling berjumpa. Kamu bebas untuk mampir dan menikmati secangkir teh kapanpun kau ingin beristirahat dalam perjalananmu turun atau naik ke gunung.&#8221; Begitu Zhuge Liang berjalan keluar dari biara itu, dia merasa curiga. &#8220;Mengapa saya<br />
tidak mengetahui ada orang yang tinggal di biara ini sebelumnya?&#8221; pikirnya.</span></h6>
<h6 style="text-align:center;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Sejak hari itu, Zhuge Liang mulai sering mengunjungi biara tersebut. Setiap kali wanita cantik itu selalu menghiburnya dengan ramah tamah. Dia memasak makanan yang enak untuknya dan selalu membujuknya untuk tinggal lebih lama. Setelah makan malam mereka selalu berbincang-bincang dengan seru dan bermain catur. Dibandingkan dengan kuil Pendeta Tao, biara tersebut bagaikan surga.</span></h6>
<h6 style="text-align:center;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Selalu memikirkan wanita itu mengalihkan perhatiannya dari pendidikannya dan dia mulai kehilangan semangat untuk belajar. Dia semakin lama semakin kurang perhatiannya terhadap ajaran dari Pendeta Tao. Dia juga menjadi pelupa dan mengalami kesulitan dalam mempelajari buku pelajaran baru.</span></h6>
<h6 style="text-align:center;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Pendeta Tao tua itu menemukan masalahnya. Suatu hari dia memanggil Zhuge Liang dan menarik napas panjang. &#8220;Lebih mudah menghancurkan sebuah pohon daripada menanam sebuah pohon!&#8221; ujarnya. &#8220;Saya telah menyia-nyiakan banyak tahun untuk kamu!&#8221;</span></h6>
<h6 style="text-align:center;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Zhuge Liang menundukan kepalanya karena malu dan berkata, &#8220;Guru, saya tidak akan mengecewakan anda lagi atau menyia-nyiakan ajaran anda!&#8221;</span></h6>
<h6 style="text-align:center;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">&#8220;Saya tidak mempercaimu,&#8221; kata Pendeta Tao tua. &#8220;Saya tahu kamu adalah seorang anak yang sangat cerdas, karena itu saya ingin mengobati penyakitmu dan memberimu sebuah pendidikan yang layak. Delapan tahun terakhir ini kamu telah sangat dalam pendidikanmu, jadi saya berpikir bahwa kerja keras untuk<br />
mendidikmu adalah pantas. Tetapi sekarang kamu melalaikan pendidikanmu. Bagaimanapun pandainya kamu, kamu tidak dapat kemana-mana jika kamu terus-menerus seperti ini! Sekarang kamu berjanji padaku untuk tidak akan pernah lagi mengecewakan aku. Bagaimana saya dapat mempercayai kata-katamu?&#8221;</span></h6>
<h6 style="text-align:center;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Pendeta Tao tua melanjutkan, &#8220;Semua ada penyebabnya.&#8221; Kemudian dia menunjuk ke sebatang pohon yang terbungkus oleh banyak tumbuhan merambat yang tebal di halaman. &#8220;Lihat pohon itu,&#8221; katanya. &#8220;Mengapa kamu pikir pohon itu setengah hidup dan sedang berjuang dalam setiap pertumbuhannya?&#8221;</span></h6>
<h6 style="text-align:center;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">&#8220;Tanaman merambat yang melilit pohon menghalangi pertumbuhannya!&#8221; jawab Zhuge Liang.</span></h6>
<h6 style="text-align:center;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">&#8220;Tepat sekali! Pohon ini mengalami kesulitan untuk tumbuh di gunung cadas dengan tanah yang sedikit ini. Tetapi dia tetap tumbuh karena dia teguh untuk mengembangkan akar dan cabangnya. Dia tidak takut udara panas maupun<br />
dingin. Tetapi, ketika tanaman merambat membungkusnya, dia tidak dapat tumbuh lebih tinggi lagi. Lucukan bagaimana tanaman merambat yang lembut itu bisa mengalahkan pohon yang tinggi dan tegap itu!&#8221;</span></h6>
<h6 style="text-align:center;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Zhuge Liang sangat pintar, jadi dia segera memahami apa yang dimaksud oleh Gurunya. Dia bertanya, &#8220;Guru, anda mengetahui kunjungan saya ke biara itu&#8221;</span></h6>
<h6 style="text-align:center;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Pendeta Tao tua berkata, &#8220;Hidup di dekat air, seseorang akan mempelajari sifat alami ikan. Hidup di gunung, seseorang akan mempelajari bahasa burung. Saya telah mengamati kamu dan tingkah lakumu. Bagaimana mungkin hubungan asmaramu luput dari perhatianku?&#8221;</span></h6>
<h6 style="text-align:center;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Dia berhenti sebentar sebelum memberitahukan muridnya dengan tatapan yang serius, &#8220;Biar kuberitahu kamu kebenaran mengenai wanita cantik itu. Dia bukan manusia. Dia adalah burung bangau dewa di surga. Dia telah diusir keluar dari istana langit sebagai hukuman karena telah mencuri dan memakan buah persik Ratu Langit. Dia datang ke dunia manusia dan menjelma menjadi<br />
seorang wanita cantik. Dia adalah bangau dewa yang telah rusak moralnya yang tahunya hanya mencari kesenangan. Kamu telah terpedaya oleh penampilannya, kamu telah menyia-nyiakan tidak hanya waktumu saja. Jika kamu membiarkan dirimu kehilangan kemauanmu, kamu akan kehilangan segalanya! Selain itu, jika kamu tidak menuruti kehendaknya, akhirnya dia akan menyakitimu.</span></h6>
<h6 style="text-align:center;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Sampai waktu itu Zhuge Liang baru menyadari keseriusan dari petualangannya. Dengan cemas dia meminta gurunya cara mengatasinya.</span></h6>
<h6 style="text-align:center;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Pendeta Tao tua berkata, &#8220;Bangau dewa tersebut mempunyai kebiasaan pada tengah malam menjelma kembali ke bentuk semulanya dan terbang ke sungai langit untuk mandi. Ketika dia menjauhi biara, kamu harus masuk ke kamarnya dan bakar jubahnya. Dia mencuri jubah tersebut dari Istana Langit. Tanpa<br />
jubah, dia tidak akan dapat menjelma menjadi seorang wanita cantik.</span></h6>
<h6 style="text-align:center;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Zhuge Liang berjanji untuk mengikuti instruksi Gurunya. Sebelum ia pergi, Gurunya memberikan sebuah tongkat dengan ukiran kepala naga di ujung atasnya. Dia memberitahu Zhuge Liang, &#8220;Ketika bangau dewa tersebut mengetahui kebakaran di dalam biara, dia akan segera terbang kembali dari sungai langit. Dia akan menyadari bahwa kamu telah membakar jubahnya dan<br />
akan menyerang kamu. Ketika itu terjadi, kau harus memukulnya dengan tongkat ini! Sangatlah penting untuk kau ingat dan mengerjakan apa yang telah aku beritahukan kepadamu!&#8221;</span></h6>
<h6 style="text-align:center;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Tengah malam, diam-diam Zhuge Liang pergi ke biara tersebut. Dia membuka kamar wanita itu dan menemukan jubahnya di atas ranjang. Dia segera membakar jubah tersebut.</span></h6>
<h6 style="text-align:center;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Ketika bangau dewa sedang mandi di sungai langit, tiba-tiba dia merasa jantungnya sakit. Dia melihat ke arah biara dan melihat api. Dia segera terbang ke bawah dan melihat Zhuge Liang telah membakar jubahnya. Dia menghampiri Zhuge Liang dan berusaha menyerang matanya dengan paruh. Zhuge Liang mempunyai reflek yang cepat. Dia mengangkat tongkatnya dan memukul<br />
jatuh bangau dewa. Kemudian dia menangkap ekor bangau itu. Bangau dewa itu memberontak dan berhasil meloloskan diri, tetapi dia kehilangan bulu ekornya pada Zhuge Liang.</span></h6>
<h6 style="text-align:center;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Dia menjadi seekor bangau dengan ekor botak. Dia menjadi malu dengan penampilannya, sehingga dia berhenti mandi di sungai langit. Dia juga tidak berani memasuki Istana Langit untuk mencuri jubah lagi, jadi dia tidak punya pilihan lain selain tetap tinggal di dunia manusia selamanya dan hidup diantara bangau biasa.</span></h6>
<h6 style="text-align:center;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Untuk mengingatkan dirinya sendiri akan pelajaran ini, Zhuge Liang menyimpan bulu ekor bangau itu.<br />
Sejak hari itu, Zhuge Liang menjadi semakin rajin. Dia akan menghafal semua yang diajarkan oleh Gurunya dan semua buku pelajaran. Dia benar-benar menyerap apa yang telah dipelajarinya dan dapat menerapkannya dengan mudah. Setahun telah lewat. Tepat pada hari ia membakar jubah bangau dewa setahun<br />
yang lalu, pendeta Tao tua memberitahukannya dengan sebuah senyuman lebar, &#8220;Muridku, kau telah belajar dibawah pengawasanku selama sembilan tahun. Saya telah mengajarimu semua yang harus kau pelajari dan kamu telah mempelajari semua buku pelajaran di sini. Ada sebuah pepatah, &#8220;Guru membawamu ke pintu masuk, dan terserah padamu untuk berlatih kultivasi.&#8217; Sekarang kamu berusia 18 tahun. Sudah saatnya kamu meninggalkan rumah dan mengembangkan karirmu!&#8221;</span></h6>
<h6 style="text-align:center;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Ketika Zhuge Liang mendengar bahwa ia telah menyelesaikan pendidikannya, dia memohon gurunya untuk mengajarinya lagi. &#8220;Guru! Semakin banyak saya belajar, saya merasa semakin rendah hati. Saya merasa masih banyak yang harus saya pelajari dari anda!&#8221;</span></h6>
<h6 style="text-align:center;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">&#8220;Pendidikan sejati berasal dari kehidupan nyata. Kau harus belajar<br />
menerapkan pengetahuanmu didalam kehidupan dan merancang pemecahan yang berbeda untuk situasi yang berbeda! Sebagi contoh, kau telah belajar sebuah pelajaran yang penting dari kunjunganmu dengan bangau dewa bahwa seseorang tidak seharusnya tergoda oleh nafsu atau perasaan. Ini adalah pelajaran<br />
berguna yang diperoleh dari pengalaman nyata. Dengan hal itu didalam pikiran, kamu tidak akan dibuat binggung oleh permukaan maya dari dunia ini. Berhati-hatilah dalam setiap tindakanmu. Kamu harus melihat segalanya dalam bentuk sejatinya. Ini adalah nasihat perpisahan saya kepadamu! Saya akan<br />
meninggalkanmu hari ini.&#8221;</span></h6>
<h6 style="text-align:center;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">&#8220;Guru, kemana Anda akan pergi?&#8221; dengan heran Zhuge Liang bertanya. &#8220;dimana saya dapat menemuimu atau mengunjungimu di kemudian hari?&#8221;</span></h6>
<h6 style="text-align:center;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">&#8220;Saya akan keliling dunia dan tidak akan menetap lagi.&#8221;</span></h6>
<h6 style="text-align:center;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Tiba-tiba Zhuge Liang merasakan air mata yang hangat menetes dari matanya. Dia berkata, &#8220;Guru! Sebelum anda pergi, anda harus memberikan aku kesempatan untuk bersujud kepada anda dan berterima kasih kepada anda atas pendidikan yang anda berikan padaku!&#8221;</span></h6>
<h6 style="text-align:center;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Kemudia Zhuge Liang bersujud kepada Gurunya. Ketika dia berdiri, Pendeta Tao tersebut telah menghilang.</span></h6>
<h6 style="text-align:center;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Pendeta Tao itu meninggalkannya sebuah jubah dengan gambar patkwa. Zhuge Liang sering memikirkan Gurunya; karena itu, ia sering memakai jubah dengan gambar patkwa sebab memberikannya perasaan bahwa Gurunya berada di<br />
sampingnya.</span></h6>
<h6 style="text-align:center;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Zhuge Liang tidak pernah lupa nasihat Gurunya, terutama nasihat<br />
perpisahannya. Dia membuat kipas dari bulu ekor bangau dewa untuk mengingatkan dirinya sendiri untuk sangat berhati-hati seumur hidupnya. Ini adalah cerita dibalik kipas bulu terkenal yang dibawa oleh Zhuge Liang.</span></h6>
<h6 style="text-align:center;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Sumber: Latihan Kultivasi Zhuge Liang oleh Fu Zheng -</span></h6>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vitta26.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vitta26.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vitta26.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vitta26.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/vitta26.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/vitta26.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/vitta26.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/vitta26.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vitta26.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vitta26.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vitta26.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vitta26.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vitta26.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vitta26.wordpress.com/65/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vitta26.wordpress.com&amp;blog=3657632&amp;post=65&amp;subd=vitta26&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vitta26.wordpress.com/2008/09/21/latihan-kultivasi-zhuge-liang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9f08df5db8ecc75e4241958bbdafe70f?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">si mungiL</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Seratus Manusia Paling Berpengaruh Di Dunia</title>
		<link>http://vitta26.wordpress.com/2008/09/20/seratus-manusia-paling-berpengaruh-di-dunia/</link>
		<comments>http://vitta26.wordpress.com/2008/09/20/seratus-manusia-paling-berpengaruh-di-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Sep 2008 05:48:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vitta26</dc:creator>
				<category><![CDATA[september]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vitta26.wordpress.com/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[Nabi Muhammad SAW menempati kedudukan nomor satu daftar manusia yang paling berpengaruh dalam panggung sejarah dunia, dihitung sampai sekarang. Hal ini dinyatakan oleh Michael H. Hart, seorang ahli astronomi dan ahli sejarah terkenal di Amerika Serikat dalam bukunya &#8220;The 100&#8243; yang terbit baru-baru Amerika Serikat. Menurut Michael Hart, Nabi Muhammad SAW adalah orang yang paling [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vitta26.wordpress.com&amp;blog=3657632&amp;post=61&amp;subd=vitta26&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:Arial;"><strong> Nabi Muhammad SAW</strong> menempati kedudukan nomor satu         daftar manusia yang paling berpengaruh dalam panggung         sejarah dunia, dihitung sampai sekarang.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Hal ini dinyatakan oleh Michael H. Hart,         seorang ahli astronomi dan ahli sejarah terkenal di         Amerika Serikat dalam bukunya &#8220;The 100&#8243; yang         terbit baru-baru Amerika Serikat.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Menurut Michael Hart, <strong>Nabi         Muhammad SAW</strong> adalah orang yang paling         berpengaruh di antara milyaran penduduk dunia, karena ia         adalah satu-satunya manusia yang berhasil secara luar         biasa baik dalam kegiatan keagamaan maupun pemerintahan. (sumber= http://www.invir.com/)<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:medium;font-family:Arial;"><em><strong>Daftar nama         100 orang paling berpengaruh itu selengkapnya adalah :</strong></em></span></p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="2" width="600">
<tbody>
<tr>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">1. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">Nabi Muhammad SAW</span></td>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">51. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">Umar bin Khatab</span></td>
</tr>
<tr>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">2. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">Isaac Newton</span></td>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">52. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">Asoka</span></td>
</tr>
<tr>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">3. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">Nabi Isa</span></td>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">53. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">Sam Augustine</span></td>
</tr>
<tr>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">4. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">Buddha</span></td>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">54. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">Max Planck</span></td>
</tr>
<tr>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">5. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">Confucius</span></td>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">55. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">John Calvin</span></td>
</tr>
<tr>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">6. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">Saint Paul</span></td>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">56. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">William Morton</span></td>
</tr>
<tr>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">7. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">Thai Lun</span></td>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">57. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">William Harvey</span></td>
</tr>
<tr>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">8. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">Johan Gutemberg</span></td>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">58. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">Antoine Becquerel</span></td>
</tr>
<tr>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">9. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">Christopher Columbus</span></td>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">59. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">Greger Mendel</span></td>
</tr>
<tr>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">10. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">Albert Einstein</span></td>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">60. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">Joseph Lister</span></td>
</tr>
<tr>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">11. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">Karl Marx</span></td>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">61. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">Nicholas August Otto</span></td>
</tr>
<tr>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">12. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">Louis Pasteur</span></td>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">62. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">Louis Daguerre</span></td>
</tr>
<tr>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">13. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">Galileo Galilei</span></td>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">63. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">Joseph Stalin</span></td>
</tr>
<tr>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">14. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">Aristoteles</span></td>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">64. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">Rene Descartes</span></td>
</tr>
<tr>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">15. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">V.I. Lenin</span></td>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">65. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">Julius Caesar</span></td>
</tr>
<tr>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">16. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">Nabi Musa</span></td>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">66. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">Francisco Pizarro</span></td>
</tr>
<tr>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">17. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">Charles Darwin</span></td>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">67. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">Hernando Cortes</span></td>
</tr>
<tr>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">18. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">Chin Huang Ti</span></td>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">68. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">Ratu Isabella I</span></td>
</tr>
<tr>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">19. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">Agustus Caesar</span></td>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">69. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">William the Congqueror</span></td>
</tr>
<tr>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">20. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">Mao Tse-tung</span></td>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">70. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">Thomas Jefferson</span></td>
</tr>
<tr>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">21. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">Genghis Khan</span></td>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">71. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">Jean Jacques Rousseau</span></td>
</tr>
<tr>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">22. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">Euclid</span></td>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">72. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">Edward Jenner</span></td>
</tr>
<tr>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">23. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">Martin Luther</span></td>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">73. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">Wilhelm Rontgen</span></td>
</tr>
<tr>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">24. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">Nicolas Copernicus</span></td>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">74. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">Johan Sebastian Bach</span></td>
</tr>
<tr>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">25. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">James Watt</span></td>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">75. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">Lau-tzu</span></td>
</tr>
<tr>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">26. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">Constantine the Great</span></td>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">76. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">Enrico Ferni</span></td>
</tr>
<tr>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">27. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">George Washington</span></td>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">77. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">Thomas Maltus</span></td>
</tr>
<tr>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">28. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">Michael Faraday</span></td>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">78. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">Francis Bacon</span></td>
</tr>
<tr>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">29. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">James Clerk Maxwell</span></td>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">79. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">Voltaire</span></td>
</tr>
<tr>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">30. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">Orville dan Wilbur Wright</span></td>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">80. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">John F. Kennedy</span></td>
</tr>
<tr>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">31. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">Antoine Laurent Lavoisier</span></td>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">81. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">Gregory Pincus</span></td>
</tr>
<tr>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">32. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">Sigmund Freud</span></td>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">82. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">Sui Wen Ti</span></td>
</tr>
<tr>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">33. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">lskandar Zulkarnaen</span></td>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">83. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">Mani (Manes)</span></td>
</tr>
<tr>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">34. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">Napoleon Bonaparte</span></td>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">84. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">Vasco da Gama</span></td>
</tr>
<tr>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">35. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">Adolf Hitler</span></td>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">85. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">Charlemagne</span></td>
</tr>
<tr>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">36. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">William Shakespeare</span></td>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">86. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">Cyrys the Great</span></td>
</tr>
<tr>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">37. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">Adam Smith</span></td>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">87. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">Leonard Euler</span></td>
</tr>
<tr>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">38. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">Thomas Edison</span></td>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">88. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">Nicollo Machiavelli</span></td>
</tr>
<tr>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">39. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">Anton van Leuwenhoek</span></td>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">89. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">Zoroaster</span></td>
</tr>
<tr>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">40. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">Plato</span></td>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">90. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">Menes</span></td>
</tr>
<tr>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">41. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">Gugleilmo Marconi</span></td>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">91. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">Peter the Great</span></td>
</tr>
<tr>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">42. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">Ludwig van Beethoven</span></td>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">92. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">Mencius</span></td>
</tr>
<tr>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">43, </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">Werner Heisenberg</span></td>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">93. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">John Dalton</span></td>
</tr>
<tr>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">44. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">Alexander G Bell</span></td>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">94. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">Homer</span></td>
</tr>
<tr>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">45. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">Alexander Fleming</span></td>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">95. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">Ratu Elizabeth I</span></td>
</tr>
<tr>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">46. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">Simon Bolivar</span></td>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">96. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">Justinian I</span></td>
</tr>
<tr>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">47. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">Oliver Cromwell</span></td>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">97. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">Johannes Kepler</span></td>
</tr>
<tr>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">48. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">John Locke</span></td>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">98. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">Pablo Picasso</span></td>
</tr>
<tr>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">49. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">Michelangelo</span></td>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">99. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">Mahavira</span></td>
</tr>
<tr>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">50. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">Pans Urban II</span></td>
<td align="right" valign="bottom"><span style="font-family:Arial;">100. </span></td>
<td><span style="font-family:Arial;">Niels Bohr</span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vitta26.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vitta26.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vitta26.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vitta26.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/vitta26.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/vitta26.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/vitta26.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/vitta26.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vitta26.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vitta26.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vitta26.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vitta26.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vitta26.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vitta26.wordpress.com/61/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vitta26.wordpress.com&amp;blog=3657632&amp;post=61&amp;subd=vitta26&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vitta26.wordpress.com/2008/09/20/seratus-manusia-paling-berpengaruh-di-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9f08df5db8ecc75e4241958bbdafe70f?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">si mungiL</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Who is Muhammad (SAW) anyway ?</title>
		<link>http://vitta26.wordpress.com/2008/09/20/who-is-muhammad-saw-anyway/</link>
		<comments>http://vitta26.wordpress.com/2008/09/20/who-is-muhammad-saw-anyway/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Sep 2008 05:40:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vitta26</dc:creator>
				<category><![CDATA[september]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vitta26.wordpress.com/?p=59</guid>
		<description><![CDATA[Who is Muhammad (SAW) anyway ? Ikut-ikutan ah sama ribut2 nJilen-mPosten. Siapa sih Muhammad (SAW-pen) sampai kartunnya aja bikin orang Islam sedunia pada ngambek? Tulisan ini mencoba memberikan persepsi lain atas Muhammad (SAW) dari orang2 yang bukan pengikutnya. ENCYCLOPEDIA BRITANNICA &#8220;Sejumlah besar sumber awal menunjukkan bahwa dia adalah seseorang yang jujur dan berbudi baik yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vitta26.wordpress.com&amp;blog=3657632&amp;post=59&amp;subd=vitta26&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:&quot;">Who is Muhammad (SAW) anyway ?</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Ikut-ikutan ah sama ribut2 nJilen-mPosten. Siapa sih Muhammad (SAW-pen) sampai kartunnya aja bikin orang Islam sedunia pada ngambek?<br />
Tulisan ini mencoba memberikan persepsi lain atas Muhammad (SAW) dari orang2 yang bukan pengikutnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">ENCYCLOPEDIA BRITANNICA</span></strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">&#8220;Sejumlah besar sumber awal menunjukkan bahwa dia adalah seseorang yang jujur dan berbudi baik yang dihormati dan ditaati orang-orang yang sepertinya (jujur dan berbudi baik) (Vol. 12)&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">MAHATMA GANDHI</span></strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"> (Komentar mengenai karakter Muhammad di YOUNG INDIA):</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Pernah saya bertanya-tanya siapakah tokoh yang paling mempengaruhi manusia&#8230; Saya lebih dari yakin bahwa bukan pedanglah yang memberikan kebesaran pada Islam pada masanya. Tapi ia datang dari kesederhanaan, kebersahajaan, kehati-hatian Muhammad; serta pengabdian luar biasa kepada teman dan pengikutnya, tekadnya, keberaniannya, serta keyakinannya pada Tuhan dan tugasnya. Semua ini (dan bukan pedang ) menyingkirkan segala halangan. Ketika saya menutup<br />
halaman terakhir volume 2 (biografi Muhammad), saya sedih karena tiada lagi cerita yang tersisa dari hidupnya yang agung.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Sir George Bernard Shaw</span></strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"> (The Genuine Islam,&#8217; Vol. 1, No. 8, 1936.)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Jika ada agama yang berpeluang menguasai Inggris  bahkan Eropa &#8211; beberapa ratus tahun dari sekarang, Islam-lah agama tersebut.&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Saya senantiasa menghormati agama Muhammad karena potensi yang dimilikinya. Ini adalah satu-satunya agama yang bagi saya memiliki kemampuan menyatukan dan merubah peradaban. Saya sudah mempelajari Muhammad  sesosok pribadi agung yang jauh dari kesan seorang<br />
anti-kristus, dia harus dipanggil &#8216;sang penyelamat kemanusiaan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Saya yakin, apabila orang semacam Muhammad memegang kekuasaan tunggal di dunia modern ini, dia akan berhasil mengatasi segala permasalahan sedemikian hingga membawa kedamaian dan kebahagiaan yang dibutuhkan dunia: Ramalanku, keyakinan yang dibawanya akan diterima Eropa di masa datang dan memang ia telah mulai diterima Eropa saat ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Dia adalah manusia teragung yang pernah menginjakkan kakinya di bumi ini. Dia membawa sebuah agama, mendirikan sebuah bangsa, meletakkan dasar-dasar moral, memulai sekian banyak gerakan pembaruan sosial dan politik, mendirikan sebuah masyarakat yang kuat dan dinamis untuk melaksanakan dan mewakili seluruh ajarannya, dan ia juga telah merevolusi pikiran serta perilaku manusia untuk seluruh masa yang akan datang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Dia adalah Muhammad (SAW). Dia lahir di Arab tahun 570 masehi, memulai misi mengajarkan agama kebenaran, Islam (penyerahan diri pada Tuhan) pada usia 40 dan meninggalkan dunia ini pada usia 63.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Sepanjang masa kenabiannya yang pendek (23 tahun) dia telah merubah Jazirah Arab dari paganisme dan pemuja makhluk menjadi para pemuja Tuhan yang Esa, dari peperangan dan perpecahan antar suku menjadi bangsa yang bersatu, dari kaum pemabuk dan pengacau menjadi<br />
kaum pemikir dan penyabar, dari kaum tak berhukum dan anarkis menjadi kaum yang teratur, dari kebobrokan ke keagungan moral. Sejarah manusia tidak pernah mengenal tranformasi sebuah masyarakat atau tempat sedahsyat ini dan bayangkan ini terjadi dalam kurun waktu hanya sedikit di atas DUA DEKADE.&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">MICHAEL H. HART</span></strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"> (THE 100: A RANKING OF THE MOST INFLUENTIAL PERSONS IN HISTORY, New York, 1978)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Pilihan saya untuk menempatkan Muhammad pada urutan teratas mungkin mengejutkan semua pihak, tapi dialah satu-satunya orang yang sukses baik dalam tataran sekular maupun agama. (hal. 33). Lamar tine, seorang sejarawan terkemuka menyatakan bahwa:<br />
Jika keagungan sebuah tujuan, kecilnya fasilitas yang diberikan untuk mencapai tujuan tersebut, serta menakjubkannya hasil yang dicapai menjadi tolok ukur kejeniusan seorang manusia; siapakah yang berani membandingkan tokoh hebat manapun dalam sejarah modern dengan Muhammad? Tokoh-tokoh itu membangun pasukan, hukum dan kerajaan saja. Mereka hanyalah menciptakan<br />
kekuatan-kekuatan material yang hancur bahkan di depan mata mereka sendiri.<br />
Muhammad bergerak tidak hanya dengan tentara, hukum, kerajaan, rakyat dan dinasti, tapi jutaan manusia di dua per tiga wilayah dunia saat itu; lebih dari itu, ia telah merubah altar-altar pemujaan, sesembahan, agama, pikiran, kepercayaan serta jiwa&#8230; Kesabarannya dalam kemenangan dan ambisinya yang dipersembahkan untuk satu tujuan tanpa sama sekali berhasrat<br />
membangun kekuasaan, sembahyang-sembahyangnya, dialognya dengan Tuhan, kematiannnya dan<br />
kemenangan-kemenangan (umatnya) setelah kematiannya; semuanya membawa keyakinan umatnya hingga ia memiliki kekuatan untuk mengembalikan sebuah dogma. Dogma yang mengajarkan ketunggalan dan kegaiban (immateriality) Tuhan yang mengajarkan siapa sesungguhnya Tuhan. Dia<br />
singkirkan tuhan palsu dengan kekuatan dan mengenalkan tuhan yang sesungguhnya dengan kebijakan.<br />
Seorang filsuf yang juga seorang orator, apostle (hawariyyun, 12 orang pengikut Yesus-pen.), prajurit,ahli hukum, penakluk ide, pegembali dogma-dogma rasional dari sebuah ajaran tanpa pengidolaan, pendiri 20 kerajaan di bumi dan satu kerajaan spiritual, ialah Muhammad. Dari semua standar bagaimana kehebatan seorang manusia diukur, mungkin kita patut bertanya:<br />
adakah orang yang lebih agung dari dia?&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">(<strong>Lamar tine, HISTOIRE DE LA TURQUIE</strong>, Paris, 1854, Vol. II, pp 276-277)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">&#8220;Dunia telah menyaksikan banyak pribadi-pribadi agung. Namun, dari orang orang tersebut adalah orang yang sukses pada satu atau dua bidang saja misalnya agama atau militer. Hidup dan ajaran orang-orang ini seringkali terselimuti kabut waktu dan zaman. Begitu banyak spekulasi tentang waktu dan tempat lahir mereka, cara dan gaya hidup mereka, sifat dan detail ajaran mereka, serta tingkat dan ukuran kesuksesan mereka sehingga sulit bagi manusia untuk merekonstruksi ajaran dan hidup tokoh-tokoh ini.<br />
Tidak demikian dengan orang ini. Muhammad (SAW) telah begitu tinggi menggapai dalam berbagai bidang pikir dan perilaku manusia dalam sebuah episode cemerlang sejarah manusia. Setiap detil dari kehidupan pribadi dan ucapan-ucapannya telah secara akurat didokumentasikan dan dijaga dengan teliti sampai saat ini. Keaslian ajarannya begitu terjaga, tidak saja oleh karena penelusuran yang dilakukan para pengikut setianya tapi juga oleh para penentangnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Muhammad adalah seorang agamawan, reformis sosial, teladan moral, administrator massa, sahabat setia, teman yang menyenangkan, suami yang penuh kasih dan seorang ayah yang penyayang &#8211; semua menjadi satu.<br />
Tiada lagi manusia dalam sejarah melebihi atau bahkan menyamainya dalam setiap aspek kehidupan tersebut hanya dengan kepribadian seperti dialah keagungan seperti ini dapat diraih.&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">K. S. RAMAKRISHNA RAO</span></strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">, Professor Philosophy dalam bookletnya, &#8220;Muhammad, The Prophet of Islam&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Kepribadian Muhammad, hhmm sangat sulit untuk menggambarkannya dengan tepat. Saya pun hanya bisa menangkap sekilas saja:<br />
betapa ia adalah lukisan yang<br />
indah. Anda bisa lihat Muhammad sang Nabi, Muhammad sang pejuang, Muhammad sang pengusaha, Muhammad sang negarawan, Muhammad sang orator ulung, Muhammad sang<br />
pembaharu, Muhammad sang pelindung anak yatim-piatu, Muhammad sang pelindung hamba sahaya, Muhammad sang pembela hak wanita, Muhammad sang hakim, Muhamad sang pemuka agama. Dalam setiap perannya tadi, ia adalah seorang pahlawan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Saat ini, 14 abad kemudian, kehidupan dan ajaran Muhammad tetap selamat, tiada yang hilang atau berubah sedikit pun. Ajaran yang menawarkan secercah harapan abadi tentang obat atas segala penyakit kemanusiaan yang ada dan telah ada sejak masa hidupnya. Ini bukanlah klaim seorang pengikutnya tapi juga sebuah simpulan tak terelakkan dari sebuah analisis sejarah yang kritis dan tidak bias.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">PROF. (SNOUCK) HURGRONJE</span></strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Liga bangsa-bangsa yang didirikan Nabi umat Islam telah meletakkan dasar-dasar persatuan internasional dan persaudaraan manusia di atas pondasi yang universal yang menerangi bagi bangsa lain.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Buktinya, sampai saat ini tiada satu bangsa pun di dunia yang mampu menyamai Islam dalam capaiannya mewujudkan ide persatuan bangsa-bangsa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Dunia telah banyak mengenal konsep ketuhanan, telah banyak individu yang hidup dan misinya lenyap menjadi legenda. Sejarah menunjukkan tiada satu pun legenda ini yang menyamai bahkan sebagian dari apa yang Muhammad capai. Seluruh jiwa raganya ia curahkan untuk satu tujuan: menyatukan manusia dalam pengabdian kapada Tuhan dalam aturan-aturan ketinggian moral.<br />
Muhammad atau pengikutnya tidak pernah dalam sejarah menyatakan bahwa ia adalah putra Tuhan atau reinkarnasi Tuhan atau seorang jelmaan Tuhan. dia selalu sejak dahulu sampai saat ini menganggap dirinya dan dianggap oleh pengikutnya hanyalah sebagai seorang pesuruh yang dipilih Tuhan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">THOMAS CARLYLE in his HEROES AND HEROWORSHIP</span></strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Betapa menakjubkan) seorang manusia sendirian dapat mengubah suku-suku yang saling berperang dan kaum nomaden (Baduy) menjadi sebuah bangsa yang paling maju dan paling berperadaban hanya dalam waktu kurang dari dua decade.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">&#8220;Kebohongan yang dipropagandakan kaum Barat yang diselimutkan kepada orang ini (Muhammad) hanyalah mempermalukan diri kita sendiri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">sesosok jiwa besar yang tenang, seorang yang mau tidak mau harus dijunjung tinggi. Dia diciptakan untuk menerangi dunia, begitulah perintah Sang Pencipta Dunia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">EDWARD GIBBON and SIMON OCKLEY </span></strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">speaking on the profession of ISLAM write:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Saya percaya bahwa Tuhan adalah tunggal dan Muhammad adalah pesuruh-Nya adalah pengakuan<br />
kebenaran Islam yang simpel dan seragam. Tuhan tidak pernah dihinakan dengan pujaan-pujaan kemakhlukan; penghormatan terhadap Sang Nabi tidak pernah berubah menjadi pengkultusan berlebihan; dan prinsip-prinsip hidupnya telah memberinya penghormatan dari pengikutnya dalam batas-batas akal dan agama (HISTORY OF THE SARACEN EMPIRES, London, 1870, p. 54).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Muhammad tidak lebih dari seorang manusia biasa. Tapi ia adalah manusia dengan tugas mulia untuk menyatukan manusia dalam pengabdian terhadap satu dan hanya satu Tuhan serta untuk mengajarkan hidup yang jujur dan lurus sesuai perintah Tuhan. Dia selalu menggambarkan dirinya sebagai hamba dan pesuruh Tuhan dan demikianlah juga setiap tindakannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">SAROJINI NAIDU</span></strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">, penyair terkenal India (S. Naidu, IDEALS OF ISLAM, vide Speeches &amp; Writings, Madras, 1918, p. 169):</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Inilah agama pertama yang mengajarkan dan mempraktekkan demokrasi; di setiap masjid, ketika<br />
adzan dikumandangkan dan jemaah telah berkumpul, demokrasi dalam Islam terwujud lima kali sehari ketika seorang hamba dan seorang raja berlutut berdampingan dan mengakui: Allah Maha Besar.. Saya terpukau lagi dan lagi oleh kebersamaan Islam yang secara naluriah membuat manusia menjadi bersaudara. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">DIWAN CHAND SHARMA</span></strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">:<br />
Muhammad adalah sosok penuh kebaikan, pengaruhnya dirasakkan dan tak pernah dilupakan orang-orang terdekatnya.<br />
(D.C. Sharma, THE PROPHETS OF THE EAST, Calcutta, 1935, pp. 12)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">James A. Michener</span></strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">, &#8220;Islam: The Misunderstood Religion,&#8221; in READER&#8217;S DIGEST (American edition), May 1955, pp. 68-70.<br />
Muhammad, seorang inspirator yang mendirikan Islam, dilahirkan pada tahun 570 masehi dalam masyarakat Arab penyembah berhala. Yatim semenjak kecil dia secara khusus memberikan perhatian kepada fakir miskin, yatim piatu dan janda, serta hamba sahaya dan kaum lemah. Di usia 20 tahun, dia sudah menjadi seorang pengusaha yang sukses, dan menjadi pengelola bisnis seorang janda kaya. Ketika mencapai usia 25, sang majikan melamarnya. Meski usia perempuan tersebut 15 tahun lebih tua Muhammad menikahinya dan tetap setia kepadanya sepanjang hayat sang istri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Seperti halnya para nabi lain, Muhammad memulai tugas kenabiannya dengan sembunyi2 dan ragu2 karena menyadari kelemahannya. Tapi Baca adalah perintah yang diperolehnya, dan meskipun sampai saat ini diyakini bahwa Muhammad tidak bisa membaca dan menulis dan keluarlah dari mulutnya satu kalimat yang akan segera mengubah dunia: Tiada Tuhan selain Tuhan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">&#8220;Dalam setiap hal, Muhammad adalah seorang yang mengedepankan akal. Ketika putranya, Ibrahim, meninggal disertai gerhana dan menimbulkan anggapan ummatnya bahwa hal tersebut adalah wujud rasa belasungkawa Tuhan kepadanya, Muhammad berkata: Gerhana adalah sebuah kejadian alam biasa, adalah suatu kebodohan mengkaitkannya dengan kematian atau kelahiran seorang manusia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">&#8220;Sesaat setelah ia meninggal, sebagian pengikutnya hendak memujanya sebagaimana Tuhan dipuja, akan tetapi penerus kepemimpinannya (Abu Bakar-pen.) menepis keingingan ummatnya itu dengan salah satu pidato relijius terindah sepanjang masa: Jika ada diatara kalian yang menyembah Muhammad, maka ketahuilah bahwa ia telah meninggal. Tapi jika Tuhan-lah yang hendak kalian sembah, ketahuilah bahwa Ia hidup selamanya (Ayat terkait: Q.S. Al Imran, 144 &#8211; pen.)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">W. Montgomery Watt</span></strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">, MOHAMMAD AT MECCA, Oxford, 1953, p. 52.<br />
</span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">�</span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Kesiapannya menempuh tantangan atas keyakinannya, ketinggian moral para pengikutnya, serta pencapaiannya yang luar biasa semuanya menunjukkan integritasnya. Mengira Muhammad sebagai seorang penipu hanyalah memberikan masalah dan bukan jawaban. Lebih dari itu, tiada figur hebat yang digambarkan begitu buruk di Barat selain Muhammad</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Annie Besant</span></strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">, THE LIFE AND TEACHINGS OF MUHAMMAD, Madras, 1932, p. 4.<br />
&#8220;Sangat mustahil bagi seseorang yang memperlajari karakter Nabi Bangsa Arab, yang mengetahui bagaimana ajarannya dan bagaimana hidupnya untuk merasakan selain hormat terhadap beliau, salah satu utusan-Nya. Dan  meskipun dalam semua yang saya gambarkan banyak hal-hal yang terasa biasa, namun setiap kali saya membaca ulang kisah-kisahnya, setiap kali pula saya<br />
mersakan kekaguman dan penghormatan kepada sang Guru Bangsa Arab tersebut.&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Bosworth Smith</span></strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">, MOHAMMAD AND MOHAMMADANISM, London, 1874, p. 92.<br />
Dia adalah perpaduan Caesar dan Paus; tapi dia adalah sang Paus tanpa pretensinya dan seorang caesar tanpa Legionnaire-nya: tanpa tentara, tanpa pengawal, tanpa istana, tanpa pengahasilan tetap; jika ada seorang manusia yang pantas untuk berkata bahwa dia-lah wakil Tuhan penguasa dunia, Muhammad lah orang itu, karena dia memiliki kekuatan meski ia tak memiliki<br />
segala instrument atau penyokongnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">John William Draper</span></strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">, M.D., L.L.D., A History of the Intellectual Development of Europe, London 1875, Vol.1, pp.329-330<br />
Empat tahun setelah kematian Justinian, pada 569 AD, telah lahir di Mekkah Arabia seorang manusia yang sangat besar pengaruhnya terhadap ummat manusia, Muhammad/</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">John Austin</span></strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">, &#8220;Muhammad the Prophet of Allah,&#8221; in T.P. &#8216;s and Cassel&#8217;s Weekly for 24th September 1927.<br />
Dalam kurun waktu hanya sedikit lebih dari satu tahun, ia telah menjadi pemimpin di Madinah. Kedua tangannya memegang sebuah tuas yang siap mengguncang dunia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Professor Jules Masserman</span></strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"><br />
Pasteur dan Salk adalah pemimpin dalam satu hal (intelektualitas-pen). Gandhi dan Konfusius pada hal lain serta Alexander, Caesar dan Hitler mungkin pemimpin pada kategori kedua dan ketiga (reliji dan militer pen.). Jesus dan Buddha mungkin hanya pada kategori kedua. Mungkin pemimpin terbesar sepanjang masa adalah Muhammad, yang sukses pada ketiga kategori tersebut. Dalam skala yang lebih kecil Musa melakukan hal yang sama.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vitta26.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vitta26.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vitta26.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vitta26.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/vitta26.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/vitta26.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/vitta26.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/vitta26.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vitta26.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vitta26.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vitta26.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vitta26.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vitta26.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vitta26.wordpress.com/59/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vitta26.wordpress.com&amp;blog=3657632&amp;post=59&amp;subd=vitta26&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vitta26.wordpress.com/2008/09/20/who-is-muhammad-saw-anyway/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9f08df5db8ecc75e4241958bbdafe70f?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">si mungiL</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>LEGENDA DARI TANAH TURKI</title>
		<link>http://vitta26.wordpress.com/2008/09/19/legenda-dari-tanah-turki/</link>
		<comments>http://vitta26.wordpress.com/2008/09/19/legenda-dari-tanah-turki/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Sep 2008 04:18:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vitta26</dc:creator>
				<category><![CDATA[september]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vitta26.wordpress.com/?p=55</guid>
		<description><![CDATA[Tersebutlah di suatu tempat di Marmaris, pesisir selatan Turki, seorang nelayan dan putri raja saling jatuh cinta. Sebagaimana kita tahu bahwa seorang putri raja tidak akan diperbolehkan untuk berpacaran dengan nelayan. Karena tidak mendapat restu dari sang raja, maka mereka berpacaran secara sembunyi-sembunyi. Tetapi sang raja mengetahui hubungan mereka dan menyuruh prajuritnya untuk membuntuti sang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vitta26.wordpress.com&amp;blog=3657632&amp;post=55&amp;subd=vitta26&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:normal;" align="center"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:&quot;"></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:normal;" align="center"><span style="font-size:10pt;">Tersebutlah di suatu tempat di Marmaris, pesisir selatan Turki, seorang<br />
nelayan dan putri raja saling jatuh cinta.</p>
<p>Sebagaimana kita tahu bahwa seorang putri raja tidak akan diperbolehkan<br />
untuk berpacaran dengan nelayan.</p>
<p>Karena tidak mendapat restu dari sang raja, maka mereka berpacaran secara<br />
sembunyi-sembunyi.</p>
<p>Tetapi sang raja mengetahui hubungan mereka dan menyuruh prajuritnya untuk<br />
membuntuti sang putri, Kemudian prajurit tersebut melapor ke raja apa yang<br />
dia temukan, bahwa tuan putri tiap malam pergi kesuatu tempat diluar kota<br />
untuk bertemu dengan kekasihnya, dan tuan putri akan memberi tanda dengan<br />
lenteranya yang di kedip-kedipkan sehingga nelayan tersebut mengetahui<br />
kedatangan tuan putri. Demikianlah cara tuan putri dan nelayan bertemu.</p>
<p>Kemudian raja memerintahkan anak buahnya untuk menjebak si nelayan.</p>
<p>Para prajurit raja kemudian membuntuti tuan putri dan menangkapnya Ketika<br />
akan bertemu dengan si nelayan.</p>
<p>Kemudian para prajurit tersebut memainkan lentera tuan putri untuk memancing<br />
si nelayan keluar dari tempatnya.</p>
<p>Karena tidak rela kekasihnya ditangkap prajurit raja, tuan putri Nekat<br />
melarikan diri dari kawalan para prajurit dan berlari Semampunya untuk<br />
memberitahu tahu si nelayan.</p>
<p>Meskipun tuan putri tahu bahwa usahanya sangat mustahil untuk bisa mencapai<br />
tempat si nelayan lebih cepat dari para prajurit, tetapi tuan putri tetap<br />
mencoba berlari sekencang-kencangnya.</p>
<p>Keajaiban pun terjadi, dimana tuan putri melangkah dilaut mendadak Air laut<br />
berubah menjadi pasir dan pasir tersebut berubah menjadi air laut lagi<br />
ketika para prajurit mengejar dibelakangnya.</p>
<p>Tetapi ketika tuan putri hampir mencapai tempat si nelayan, para prajurit<br />
menyiapkan panahnya dan memanah tuan putri tepat didadanya dan menewaskan<br />
tuan putri seketika.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:normal;" align="center"><a href="http://vitta26.files.wordpress.com/2008/09/turkey.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-56" title="turkey" src="http://vitta26.files.wordpress.com/2008/09/turkey.jpg?w=100&#038;h=65" alt="" width="100" height="65" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:normal;" align="center"><span style="font-size:10pt;"></p>
<p>Orang orang di Marmaris percaya bahwa darah dari tuan putri bercampur dengan<br />
air laut dan menyebabkan warna pasir <span style="color:black;">berubah</span> sampai sekarang.</span><span style="font-size:9.5pt;font-family:&quot;"></p>
<p></span><a href="http://pasifix.blogs.friendster.com/.shared/image.html?/photos/uncategorized/turkey.jpg"><span style="font-size:9.5pt;font-family:&quot;color:blue;text-decoration:none;"> </span></a><span style="font-size:9.5pt;font-family:&quot;"></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vitta26.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vitta26.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vitta26.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vitta26.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/vitta26.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/vitta26.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/vitta26.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/vitta26.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vitta26.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vitta26.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vitta26.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vitta26.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vitta26.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vitta26.wordpress.com/55/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vitta26.wordpress.com&amp;blog=3657632&amp;post=55&amp;subd=vitta26&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vitta26.wordpress.com/2008/09/19/legenda-dari-tanah-turki/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9f08df5db8ecc75e4241958bbdafe70f?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">si mungiL</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://vitta26.files.wordpress.com/2008/09/turkey.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">turkey</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KISAH POHON APEL</title>
		<link>http://vitta26.wordpress.com/2008/09/18/kisah-pohon-apel/</link>
		<comments>http://vitta26.wordpress.com/2008/09/18/kisah-pohon-apel/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Sep 2008 10:08:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vitta26</dc:creator>
				<category><![CDATA[september]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vitta26.wordpress.com/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu. Waktu terus berlalu. Anak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vitta26.wordpress.com&amp;blog=3657632&amp;post=36&amp;subd=vitta26&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 class="entry-header" style="text-align:right;"><span style="color:#000080;"><br />
</span></h3>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;"><span class="GramE"><strong></strong><span style="font-size:.8em;"><span style="font-size:11pt;"> Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari.</span></span></span></span><span style="font-size:.8em;color:#000080;"><span style="font-size:11pt;"><br />
Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya.</span></span></p>
<p>Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu.</p>
<p>Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu.</p>
<p>Waktu terus berlalu.</p>
<p>Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya.<br />
Suatu hari ia mendatangi pohon apel.</p>
<p>Wajahnya tampak sedih.<br />
&#8220;Ayo ke sini bermain-main lagi denganku,&#8221; pinta pohon apel itu.<br />
&#8220;Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi,&#8221; jawab anak lelaki itu.<br />
&#8220;Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya.&#8221;</p>
<p>Pohon apel itu menyahut, &#8220;Duh, maaf aku pun tak punya uang&#8230; tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu.&#8221;</p>
<p>Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita.<br />
Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih. <span style="font-size:.8em;color:#000080;"><span style="font-size:11pt;"><br />
</span></span></p>
<p>Suatu hari anak lelaki itu datang lagi.</p>
<p>Pohon apel sangat senang melihatnya datang.<br />
&#8220;Ayo bermain-main denganku lagi,&#8221; kata pohon apel.<br />
&#8220;Aku tak punya waktu,&#8221; jawab anak lelaki itu.<br />
&#8220;Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?&#8221;<br />
&#8220;Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu,&#8221; kata pohon apel.<br />
Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira.</p>
<p>Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi.</p>
<p>Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.</p>
<p>Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi.<br />
Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya.</p>
<p>&#8220;Ayo bermain-main lagi deganku,&#8221; kata pohon apel.</p>
<p>&#8220;Aku sedih,&#8221; kata anak lelaki itu.</p>
<p>&#8220;Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?&#8221;<br />
&#8220;Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah.&#8221;</p>
<p>Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya.</p>
<p>Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu.</p>
<p>Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian.</p>
<p>&#8220;Maaf anakku,&#8221; kata pohon apel itu. &#8220;Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu.&#8221;<br />
&#8220;Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu,&#8221; jawab anak lelaki itu.<br />
&#8220;Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat,&#8221; kata pohon apel.<br />
&#8220;Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu,&#8221; jawab anak lelaki itu.</p>
<p>&#8220;Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini,&#8221; kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata.<br />
&#8220;Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang,&#8221; kata anak lelaki.<br />
&#8220;Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu.&#8221;<br />
&#8220;Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang.&#8221;<br />
Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon.</p>
<p>Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.</p>
<p>Ini adalah cerita tentang kita semua.</p>
<p>Pohon apel itu adalah orang tua kita.<br />
Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita.</p>
<p>Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan.</p>
<p>Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada di <span style="color:#000080;"><span style="font-size:.8em;"><span style="font-size:11pt;">sana</span></span></span></p>
<p><span style="font-size:.8em;color:#000080;"><span style="font-size:11pt;"> untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia.</span></span><span style="font-size:.8em;color:#000080;"><span style="font-size:11pt;"><br />
</span></span><span style="font-size:.8em;color:#000080;"><span style="font-size:11pt;">Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita.</span></span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#003366;"><span style="font-size:.8em;color:#ff9933;"><span style="font-size:11pt;"> Dan,  yang terpenting: cintailah orang tua kita.</span></span></span></p>
<p>Sampaikan pada orang tua kita sekarang, betapa kita mencintainya; dan berterima kasih atas seluruh hidup yang telah dan <span class="GramE">akan</span> diberikannya pada kita.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/vitta26.wordpress.com/36/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/vitta26.wordpress.com/36/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vitta26.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vitta26.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vitta26.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vitta26.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/vitta26.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/vitta26.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/vitta26.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/vitta26.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vitta26.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vitta26.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vitta26.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vitta26.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vitta26.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vitta26.wordpress.com/36/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vitta26.wordpress.com&amp;blog=3657632&amp;post=36&amp;subd=vitta26&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vitta26.wordpress.com/2008/09/18/kisah-pohon-apel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9f08df5db8ecc75e4241958bbdafe70f?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">si mungiL</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;William Shakespeare&#8221;</title>
		<link>http://vitta26.wordpress.com/2008/09/18/william-shakespeare/</link>
		<comments>http://vitta26.wordpress.com/2008/09/18/william-shakespeare/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Sep 2008 10:08:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vitta26</dc:creator>
				<category><![CDATA[september]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vitta26.wordpress.com/?p=38</guid>
		<description><![CDATA[will&#8230; Namaku Toby. Usiaku akan menginjak 83 tahun pada musim semi kali ini. Rumahku terletak di bilangan Stratford-Upon-Avon. Dari jendela dekat sebuah kursi kayu di mana aku berada saat ini, dapat kulihat pasar yang ramai dikunjungi orang. Aku pernah mempunyai seorang sahabat yang sangat terkenal di Inggris. Lebih dari tiga puluh tahun lamanya aku mengenalnya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vitta26.wordpress.com&amp;blog=3657632&amp;post=38&amp;subd=vitta26&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3>will&#8230;</h3>
<p>Namaku Toby. Usiaku akan menginjak 83 tahun pada musim semi kali ini.  Rumahku terletak di bilangan Stratford-Upon-Avon. Dari jendela dekat  sebuah kursi kayu di mana aku berada saat ini, dapat kulihat pasar yang  ramai dikunjungi orang.</p>
<p>Aku pernah mempunyai seorang  sahabat yang sangat terkenal di Inggris. Lebih dari tiga puluh tahun  lamanya aku mengenalnya. Aku pernah bekerja bersamanya di teater,  melewatkan hari-hari yang menyenangkan, juga menyedihkan. Dia seorang  sahabat yang baik. juga seorang dramawan, dan penyair terhebat yang  pernah ada di Inggris. Namanya William Shakespeare.</p>
<p>Aku selalu menonton pertunjukannya. Orang-orang menyukainya. Mereka berteriak, tertawa, menangis&#8230;. Segala macam orang: raja, ratu, permaisuri, pangeran, putri, rakyat jelata,&#8230;. Will dapat menghibur mereka semua.</p>
<p>Dia pernah mengajakku bermain  dalam salah satu drama karyanya: Twelfth Night-Malam Keduabelas,  sebagai Sir Toby Belch, pria bongsor yang gemar minum-minum dan  bersenang-senang. Ratu Elizabeth I menonton drama itu tanggal 6 Januari  1601.</p>
<p>Kini Will sudah tiada, dan tak ada seorang pun yang menyaksikan pertunjukannya. Kaum Puritan (pemeluk Protestan taat pada abad ke-16 dan ke-17 di Inggris, yang menganggap bahwa kemewahan dan kesenangan adalah dosa) telah menutup teater di seluruh Inggris. Tak ada lagi nyanyian, tarian, pementasan drama. Tidak seperti di masa mudaku dahulu.</p>
<p>Walau semua gigiku telah tanggal, pun tak ada sehelai rambut menutupi  kepalaku, aku masih dapat mengingat jelas kenangan itu. Kenangan aku  bersama Will&#8230;.</p>
<p>Oktober 1579. Hari yang cerah  saat pertama kali aku bertemu Will, di luar Stratford, di sebuah kebun  apel. Seorang anak laki-laki berambut merah, kira-kira dua tahun lebih  tua dariku, sedang berada di atas sebuah pohon.</p>
<p>&#8220;Apa yang kau lakukan di atas sana?&#8221;</p>
<p>&#8220;Hanya mengambil beberapa buah apel,&#8221; jawabnya, tersenyum.</p>
<p>&#8220;Pohon-pohon ini milik Nash, si petani itu, dan dia akan segera melepas anjing-anjingnya untuk mengejarmu.&#8221;</p>
<p>&#8220;Tuan Nash sudah berangkat ke pasar,&#8221; katanya. &#8220;Kemarilah! Apel-apel ini enak sekali!&#8221;</p>
<p>Dan semenit kemudian aku sudah berada di atas pohon bersamanya. Tapi Will salah. Tuan Nash tidak sedang pergi ke pasar, karena beberapa saat  kemudian aku melihat wajahnya yang memerah marah tersembul di atas  sebuah dinding tak jauh dari situ.</p>
<p>Spontan Will dan aku kabur dan berlarian hingga ke tepi sungai. Di sana kami menikmati apel-apel yang telah kami petik.</p>
<p>Saat itu Will berusia 15 tahun. Ia tinggal di Henley Street bersama ayahnya, John Shakespeare, kakak perempuannya, Joan, serta dua adik laki-lakinya, Gilbert dan Richard. Kala itu Will tidak memberitahukan tentang adik perempuan lainnya yang telah meninggal. Dan setahun kemudian lahir lagi seorang anak laki-laki, anak bungsu keluarga Shakespeare, bernama Edmund. Lalu Will menanyakan tentang keluargaku.</p>
<p>&#8220;Hanya ada aku dan adik perempuanku. Orang tuaku sudah meninggal, jadi kami tinggal bersama paman dari ibuku. Ia seorang pembuat sepatu di Ely  Street, dan aku bekerja untuknya. Dan kau, apa pekerjaanmu?&#8221;</p>
<p>&#8220;Aku belajar di sekolah Nyonya Jenkins di Church Street, setiap hari dari pukul tujuh pagi sampai pukul lima sore. Kecuali hari Minggu tentunya.&#8221;</p>
<p>Aku merasa menyesal telah menanyakan hal itu kepadanya. &#8220;Kau tidak merasa bosan?&#8221;</p>
<p>&#8220;Kadang-kadang. Biasanya tak ada masalah bagiku.&#8221; Ia menyandarkan kedua  lengannya di atas kepalanya. &#8220;Tapi kami diharuskan mempelajari karya  para penulis Latin. Sedangkan yang aku inginkan adalah karya-karya  modern, karya para penulis Inggris seperti Geoffrey Chaucer. Kau dapat  membaca?&#8221;</p>
<p>&#8220;Tentu saja! Aku juga bersekolah.&#8221;</p>
<p>Lantas Will berdiri seraya menggigit apelnya. &#8220;Aku ingin jadi penulis. Penyair. Aku ingin menjadi lebih dari segalanya di dunia.&#8221;</p>
<p>Semenjak hari itu, kami bersahabat. Hampir tiap hari kami bertemu, dan dia selalu mengajariku tentang buku-buku yang dibacanya, tentang puisi-puisi, dan sejarah para penulis. Hidupnya tak pernah lepas dari buku.</p>
<p>Selepas meninggalkan bangku sekolah,  Will bekerja untuk ayahnya di Henley Street. John Shakespeare adalah  seorang pembuat sarung tangan. Ia juga melakukan bisnis jual-beli  domba. Tapi Will tidak tertarik.</p>
<p>Suatu hari ia  bertanya kepadaku, &#8220;Apa yang sebaiknya kita lakukan, Toby? Kita kan  tidak bisa menghabiskan sisa hidup kita hanya dengan membuat sepatu dan  sarung tangan!&#8221;</p>
<p>&#8220;Well&#8230; kita bisa pergi ke laut dan berlayar keliling dunia seperti Francis Drake.&#8221;</p>
<p>Drake kembali ke Plymouth tahun 1581 setelah tiga tahun bertualang keliling dunia, tapi kami masih tetap saja di Stratford. Kami selalu menyusun berbagai rencana, tapi tak pernah terwujud.</p>
<p>Will masih meneruskan kegiatan membacanya dan telah menulis beberapa  puisi. Terkadang dia menunjukkan puisi-puisinya kepadaku. Aku katakan kepadanya bahwa puisinya sangat bagus. Sebenarnya aku tak tahu apa-apa tentang puisi, tapi Will temanku.</p>
<p>Bagaimanapun Will tidak menyukai puisi-puisinya. &#8220;Aku masih harus banyak belajar, Toby. Masih banyak.&#8221;</p>
<p>Kasihan Will. Dia juga harus belajar banyak tentang wanita. Suatu hari di bulan Oktober 1582, dia datang ke rumahku dengan wajah pucat pasi.</p>
<p>&#8220;Aku takkan pernah meninggalkan Stratford,&#8221; ujarnya.</p>
<p>&#8220;Mengapa   tidak? Kita pasti akan pergi. Lihat saja nanti.&#8221;</p>
<p>&#8220;Untukmu mungkin.&#8221; Ia terdiam sesaat. &#8220;Tapi aku akan menikah dalam beberapa minggu ini. Dengan Anne Hathaway.&#8221;</p>
<p>Mendadak mulutku ternganga. &#8220;Menikah! Dengan Anne Hathaway? Apakah Hathaway yang tinggal di Shottery itu?&#8221;</p>
<p>&#8220;Ya.&#8221;</p>
<p>Waktu itu aku sedang mengerjakan sesuatu pada beberapa pasang sepatu di  atas meja, lalu Will mengambil salah satunya dan memandangnya.</p>
<p>&#8220;Well, er, dia tentunya gadis yang baik,&#8221; aku merasa tidak nyaman dengan perkataanku. &#8220;Tapi&#8230; tapi, usianya 26 tahun, dan kau baru delapan belas!&#8221;</p>
<p>&#8220;Aku tahu. Tapi aku harus menikahinya.&#8221;</p>
<p>&#8220;Oh tidak! Maksudmu dia&#8230;.&#8221;</p>
<p>&#8220;Betul,&#8221; sahut Will, &#8220;enam bulan lagi aku akan menjadi ayah.&#8221;</p>
<p>Will menikahi Anne Hathaway pada bulan November. Mereka tinggal di Henley Street. John Shakespeare tampaknya sangat bahagia, namun lain halnya dengan ibu Will. Ibu Will tak mau putranya menikah secepat itu. Membentuk sebuah keluarga membutuhkan banyak biaya, padahal John Shakespeare sedang menghadapi masalah keuangan yang rumit.</p>
<p>Bulan Mei berikutnya, lahirlah Susanna. Bagiku, semua bayi tampak sama. Tapi bagi Will tidak.</p>
<p>&#8220;Lihat, Toby, matanya mirip dengan mataku,&#8221; ucapnya bahagia. &#8220;Ia pasti akan secantik Ratu Mesir, dan sepandai Raja Solomon.&#8221;</p>
<p>&#8220;Oh ya? Semua orang tua berpendapat seperti itu tentang anaknya. Aku tak percaya satu kata pun.&#8221;</p>
<p>Aku jarang melihat istri Will. Aku tahu dia tidak menyukaiku. Baginya, aku hanyalah seorang teman yang dapat membuat suaminya ditimpa berbagai  masalah. Dia berasal dari keluarga yang serius, keluarga Puritan.  Hari-harinya hanya diisi pergi ke gereja, tanpa ada nyanyian dan tarian  atau pesta dansa.</p>
<p>Di suatu sore di bulan Februari 1585, istri Will melahirkan lagi. Kembar laki-laki dan perempuan. Will memberi mereka nama Hamnet dan Judith, sesuai nama teman-teman Will. John Shakespeare menjadi semakin bahagia, karena ia punya seorang cucu laki-laki sekarang. Semua orang tampak bahagia. Untuk sesaat.</p>
<p>Will dan aku terkadang masih pergi bersama. Ia masih tetap membaca,  menulis, dan aku dapat melihat perubahan pada dirinya. Ia telah berusia  23 tahun sekarang, tapi ia tidak bahagia dengan kehidupannya.</p>
<p>&#8220;Stratford terlalu kecil, Toby,&#8221; ujarnya suatu kali. &#8220;Terlalu tenang. Terlalu membosankan. Aku harus pergi.&#8221;</p>
<p>&#8220;Iya, tapi bagaimana caranya? Ingat, anakmu sudah tiga.&#8221;</p>
<p>Di setiap musim panas, beberapa kelompok pertunjukan datang ke kota kecil. Tahun 1587, ada lima kelompok yang datang. Will dan aku selalu menyempatkan diri untuk menonton pementasan mereka. Will suka berbicara  dengan para pemainnya dan mendengarkan cerita mereka tentang kota  London.</p>
<p>The Queen&#8217;s Men tiba di Stratford bulan Juni. Kami menyaksikan aksi  panggung mereka. Aku tidak ingat yang mereka mainkan. Yang kuingat  hanya aku tertawa keras sekali, dan Will bilang permainan mereka sangat  jelek. Tak ada satupun kata-kata puitis dalam dialog mereka.</p>
<p>&#8220;Mengapa kau tidak mencoba sendiri menulis sebuah naskah?&#8221;</p>
<p>&#8220;Menulis naskah drama?&#8221; Ia tertawa. &#8220;Anne takkan pernah lagi mau bicara kepadaku.&#8221;</p>
<p>Meskipun begitu, setelah beberapa bulan berselang, aku mampir mengunjungi rumah keluarga Shakespeare di suatu sore. Ketika aku baru saja memasuki pintu dapur rumah mereka, kulihat Anne, dengan wajah sangat merah, membentak keras sekali. &#8220;Beraninya kau berbuat hal ini kepadaku! Bagaimana anak-anak&#8230;,&#8221; ucapannya terhenti saat menyadari kedatanganku.</p>
<p>Will sedang duduk di samping meja, dan tampak gembira melihat kehadiranku. &#8220;Telah kukatakan pada Anne bahwa aku akan pergi dan tinggal di London. Aku ingin menjadi aktor, dan menulis beberapa naskah drama, kalau bisa.&#8221;</p>
<p>&#8220;Drama!&#8221; lengking Anne. &#8220;Akting! Para aktor orang-orang yang kotor,  kejam! Mereka semua pencuri dan penjahat! Mereka mabuk tiap hari dan  tak pernah ke gereja&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;Jangan berkata bodoh, Anne.  Kau tahu itu tidak benar. Dengar, aku akan pulang kalau sempat, tapi  aku tetap harus pergi ke London. Aku tidak bisa berbuat apa-apa di  Stratford.&#8221; Kemudian ia menatapku. &#8220;Kau ikut denganku, Toby?&#8221;</p>
<p>Selama dua hari perjalanan menuju London, Will nyaris tak pernah berhenti berbicara kepadaku. Dapat kulihat sorot matanya bersinar penuh  semangat. Di kepalanya tersimpan banyak rencana, puisi&#8230;. Semangat  hidupnya telah kembali.</p>
<p>&#8220;Aku telah berbincang dengan  salah satu pemain Queen&#8217;s Men,&#8221; katanya. &#8220;Dia bilang dia bisa memberikanku pekerjaan di teater. Berakting, mungkin. Atau membantu menulis beberapa naskah drama. Aku telah menunjukkan kepadanya beberapa  naskahku, dan dia sangat tertarik.&#8221;</p>
<p>Ketika kami sampai di London, aku mulai disergap rasa takut. Kota ini  begitu besar, sedangkan kami hanyalah dua pemuda biasa dari kota kecil.  Aku takkan pernah melupakan keramaian, suasana dan hiruk-pikuknya. Sebanyak 200.000 ribu orang bermukim di London&#8230; suatu jumlah yang tak  pernah terpikirkan sebelumnya sepanjang hidupku!</p>
<p>Kami melewati Sungai Thames dan melihat London Bridge, dengan toko-toko serta rumah-rumah di sekitarnya. Di bawah sungai tertancap Tower of London, di mana pasukan musuh kerajaan pernah memasukinya melalui pintu  gerbang sungai, dan kebanyakan dari mereka keluar dengan kepala terpenggal.</p>
<p>Kami menemukan sebuah penginapan kecil di Eastcheap. Tidak terlalu mahal, dan tersedia roti, daging serta bir untuk makan malam kami.</p>
<p>&#8220;Well, kita sampai juga!&#8221; kata Will. &#8220;Akhirnya!&#8221;</p>
<p>&#8220;Mmm&#8230; selanjutnya apa yang akan kita lakukan?&#8221;</p>
<p>Ia tertawa. &#8220;Segalanya!&#8221;</p>
<p>Hari berikutnya kami memulai pekerjaan kami. Tahun-tahun awal kami di London berlangsung baik. Tentu saja kami tak punya banyak uang, oleh sebab itu kami harus bekerja keras. Seorang pemain baru seperti kami hanya mendapatkan 6 shillings per minggu, padahal tidak selalu ada pementasan setiap minggunya. Aku membatalkan keinginan menjadi aktor.</p>
<p>&#8220;Mengapa?&#8221; tanya Will suatu kali. &#8220;Itu pekerjaan yang bagus.&#8221;</p>
<p>Bulan itu kami bekerja untuk Queen<span style="font-family:&quot;">’</span>s Men pada sebuah teater bernama The  Curtain di Shoreditch. Will mendapatkan empat peran kecil dalam dua  judul drama yang berbeda. Ia bermain sebagai seorang serdadu dan seorang pembunuh dalam sebuah pementasan, dan dalam pementasan yang lain ia berperan sebagai seorang pencuri, juga seorang bangsawan Italia  yang jatuh cinta pada Ratu Malam. Ia mencintai peran-perannya.</p>
<p>&#8220;Aku tidak pandai sepertimu,&#8221; jelasku kepadanya suatu waktu. &#8220;Aku tak bisa mengingat keseluruhan dialognya. Aku bahkan lupa siapa diriku! Saat aku menjadi bangsawan Italia, yang keluar dari mulutku adalah ucapan si serdadu. Aku tiba di panggung terlalu lambat, atau terlalu cepat. Aku berdiri di posisi yang salah&#8230;&#8221;</p>
<p>Will tertawa. &#8220;Lantas apa yang akan kau lakukan?&#8221;</p>
<p>&#8220;Kostum,&#8221; jawabku. &#8220;Dan barang-barang properti. Aku telah berbicara dengan John Heminges, dia bilang bahwa mereka membutuhkan seseorang untuk membantu memerpsiapkan kostum dan perlengkapan lainnya.&#8221;</p>
<p>&#8220;Kau akan bekerja dengan baik di situ,&#8221; komentar Will pelan. &#8220;Sekarang aku harus mempersiapkan adegan berkelahi untuk pementasan besok, dan aku harus mati dengan darah berceceran di sekelilingku. Apakah kau bisa  mencarikanku semacam darah atau sejenisnya?&#8221;</p>
<p>&#8220;Aku sudah mendapatkannya!&#8221; Aku tersenyum kepadanya. &#8220;Darah domba. Aku dapat dari pasar Smithfield pagi   ini. Kau bisa mengambilnya sebanyak yang kau mau. Aku akan membuatnya tetap hangat untukmu.&#8221;</p>
<p>Will mampu bermain bagus. Bukan yang terbaik, tetapi bagus. Seorang aktor harus mampu melakukan apa saja. Ia harus mempelajari dialog dengan seksama, mungkin untuk enam pertunjukan drama yang berbeda di hari yang sama. Ia harus bisa menari, berdansa, bernyanyi, bermain alat  musik. Ia juga harus melompat, jatuh, dan berkelahi. Perkelahian harus  tampak seperti sungguhan.</p>
<p>John Heminges dari Queen&#8217;s  Men mengajarkan kami banyak hal. Ia seorang teman yang baik selama  bertahun-tahun. Aku juga mempelajari banyak hal, seperti cara membuat  sepatu dari kertas warna cokelat, atau membuat ikan, buah dan sepotong  daging dari kayu serta kertas berwarna. Atau cara membersihkan topi  yang dikenakan para pemain dengan potongan-potongan roti, agar tampak  seperti baru kembali.</p>
<p>Siang dan malam Will selalu  sibuk. Aku tak tahu kapan ia tidur. Ia bermain dalam beberapa drama, ia  juga menulis naskah dramanya sendiri, ia masih juga membaca buku, lalu  bertemu dengan penulis lainnya, berkumpul bersama teman-temannya&#8230; ia  selalu belajar, belajar, dan belajar.</p>
<p>Suatu hari kami minum bir bersama Richard Burbage di Boar&#8217;s Head.  Burbage adalah seorang aktor di kelompok teater Lord Strange&#8217;s Men. Ia  sangat akrab dengan Will.</p>
<p>&#8220;Kau telah menulis empat  naskah, Will,&#8221; katanya. &#8220;Karya yang bagus. Dan semakin hari kau bermain  semakin baik. Dan aku semakin hari bermain semakin baik pula.  Bekerjalah untuk Lord Strange&#8217;s Men di Teater Rose, Bankside. Kau juga  bisa menulis naskah drama untuk kami.&#8221;</p>
<p>Akhirnya kami  pergi ke Teater Rose. John Heminges dan Augustine Phillips, seorang  aktor berbakat juga, turut serta bersama kami.</p>
<p>Di Rose,  kami bekerja lebih giat. Pertunjukan selalu dimulai selepas tengah  hari, disebabkan cuaca yang cerah. Pagi hari kami latihan, dan saat  makan siang tiba, orang-orang mulai berdatangan untuk segera mendapatkan tempat duduk mereka.</p>
<p>Sejak tahun 1592, penduduk kota London mulai membicarakan nama William Shakespeare.</p>
<p>Will menulis naskah drama berjudul Richard III untuk dipersembahkan kepada Richard Burbage, yang kemudian meraih sukses besar. Richard III adalah seorang raja yang kejam, seorang pembunuh. Namun penampilan Burbage di panggung, dengan suara lantangnya dan aktingnya yang memuaskan, meninggalkan kesan yang apik pada sang tokoh. Tak lama setelah itu seluruh London meniru penggalan dialognya yang terkenal saat kudanya terbunuh di medan perang :</p>
<p>A horse! A horse! My kingdom for a horse!</p>
<p>Berbagai kalangan datang untuk menyaksikan pertunjukannya, dan akibatnya Will mempunyai banyak teman baru. Suatu hari seusai pementasan, aku melihatnya sedang bercakap-cakap dengan seorang pemuda di luar Teater Rose. Pemuda itu sangat cantik, mirip seorang gadis, mungkin&#8230; tapi masih terlihat ketampanannya. Aku menanyakan perihal pemuda itu pada Will.</p>
<p>&#8220;Earl of Southampton,&#8221; jelasnya. &#8220;Usianya baru delapan belas, tapi ia mencintai puisi dan drama.&#8221;</p>
<p>&#8220;Bukankah dia kawan Earl of Essex?&#8221; Setiap orang tahu siapa Earl of Essex. Pemuda yang tampan, bahkan beberapa orang mengatakan bahwa Ratu Elizabeth jatuh cinta kepadanya.</p>
<p>Pada awalnya,  aku tak tahu-menahu tentang hal itu. Sang Ratu sudah berusia 59 tahun,  dan beliau seorang wanita yang sangat cerdas.</p>
<p>Kendati pun begitu, rumor itu ternyata benar, bahwa beliau menyukai  berada di sekeliling pemuda-pemuda tampan. Earl of Essex salah satunya.</p>
<p>&#8220;Ya, ia kawan Earl of Essex. Tapi kukira Essex orang yang berbahaya. Henry membutuhkan teman-teman yang lebih baik darikepadanya.&#8221;</p>
<p>&#8220;Henry, eh?&#8221; tanyaku terkejut. &#8220;Astaga! Benar   kau memanggilnya Henry? Bukan Lord Southampton?&#8221;</p>
<p>&#8220;Hanya ketika tak ada orang selain kau, aku, dan teman-temanku, tentu.&#8221;  Lantas Will tertawa. &#8220;Aku hanya seorang aktor dari Stratford, Toby.  Bukan orang penting. Mari kita mampir sebentar ke Boar&#8217;s Head sebelum  pulang.&#8221;</p>
<p>Will selalu begitu. Pendiam. Tidak pernah menggembar-gemborkan namanya ke semua orang.</p>
<p>Sesampainya di Boar&#8217;s Head, kami bertemu beberapa orang teman dan mengobrol. Kami membicarakan tentang wabah pes yang kembali berjangkit di London.</p>
<p>&#8220;Kau sudah dengar berita terakhir?&#8221; tanya seorang pria. &#8220;Lebih dari 30 orang meninggal setiap minggunya.&#8221;</p>
<p>&#8220;Dan Dewan Kota,&#8221; sambung yang lain, &#8220;hendak menutup seluruh teater. Mereka selalu berbuat begitu setiap kali wabah menyerang kota London. Takkan ada lagi pekerjaan untuk kita, sebagai aktor.&#8221;</p>
<p>&#8220;Tapi para pemain masih bisa melakukan tur,   bukan?&#8221; tanya Will.</p>
<p>&#8220;Ya,&#8221; jawab pria yang pertama, &#8220;tapi kau akan menemui kesulitan. Mengunjungi kota yang berbeda, penginapan yang berbeda, pertunjukan yang berbeda setiap malamnya. Aku lebih memilih untuk tetap tinggal di London.&#8221;</p>
<p>Wabah tersebut sangat menakutkan, tapi  di London lebih buruk lagi. Wabah itu datang dengan cepat laksana api  yang membumihanguskan seluruh kota. Jika seseorang di sebuah rumah  terkena wabah itu, maka semua pintu akan terkunci rapat, dan sebuah  tanda silang besar berwarna merah dicoretkan di pintu-pintu itu. Tak  seorang pun sanggup meninggalkan rumah. Kau harus tetap tinggal di  dalamnya, berjuang melawannya, &#8230; atau mati. Jika kau kaya, kau dapat meninggalkan London sesegera mungkin. Pada bulan September 1592, Dewan Kota menutup seluruh teater.</p>
<p>&#8220;Apakah kita jadi  melakukan tur, Will?&#8221; tanyaku kepadanya suatu ketika. &#8220;Atau kembali ke Stratford? Kita tak bisa terus-terusan tinggal di London.&#8221;</p>
<p>&#8220;Kau saja yang kembali ke  Stratford, Toby. Aku akan menginap di rumah Lord Southampton untuk  sementara waktu. Dia yang memintaku. Di sana aku bisa menulis, membaca  buku-bukunya, dan bertemu dengan beberapa orang teman.&#8221;</p>
<p>Aku menatapnya. &#8220;Ada wanita lain, bukan? Aku dapat melihatnya di matamu selama minggu-minggu terakhir ini.&#8221;</p>
<p>Will tertawa, namun ia tidak menjawab pertanyaanku.</p>
<p>Baru pada bulan Juni 1594, teater-teater di London kembali dibuka. Will  sering mengunjungi Lord Southampton, namun terkadang kami pergi melakukan tur bersama dengan kelompok teater tempat kami bekerja, atau melewatkan waktu senggang di rumah kami di Stratford. Will lebih sering  menghabiskan waktunya di Stratford karena suasananya yang tenang,  membuatnya lebih dapat berkonsentrasi menulis. Aku tak pernah tahu apa  yang dipikirkan Anne terhadap itu semua.</p>
<p>Tahun-tahun berikutnya Will lebih banyak menulis puisi. Salah satunya berjudul Venus and Adonis, yang sangat indah dan panjang, dipersembahkan untuk sahabatnya, Lord Southampton. Selain itu ada juga puis-puisi pendek, disebut soneta. Tapi puisi-puisi itu tidak dibukukan, melainkan hanya untuk dibaca teman-temannya.</p>
<p>Suatu hari setelah kami kembali ke London, aku membaca salah satu sonetanya. Saat itu Will sedang pergi entah ke mana, dan aku sedang berada di penginapan kami di Bishopsgate. Kebanyakan dari isi puisinya bercerita tentang seorang wanita jahat, berambut hitam, bermata hitam. Ia seorang wanita yang dingin dan kejam, lalu menjadi setia dan penyayang, dan kemudian menjadi kejam lagi.</p>
<p>For I have sworn thee fair, and thought thee bright,<br />
Who art as black as hell, as dark as night<br />
[ Ku t'lah bersumpah demi kau sang jelita,<br />
dan kusangka kau sang penggembira,<br />
yang sesuram neraka, sekelam malam ]</p>
<p>Apakah Will menulis tentang dirinya sendiri? Dan siapakah Wanita Misterius ini?</p>
<p>Aku selalu ingin tahu apa yang sedang terjadi, sehingga aku selalu mengamati teman-teman wanitanya.</p>
<p>Dan suatu hari aku melihatnya. Aku baru saja memasuki pintu penginapan saat ia sedang menuruni tangga. Rambutnya hitam, matanya hitam menusuk,  di leher serta telinganya tergantung perhiasan dari emas. Ia berjalan  melewatiku laksana sebuah kapal yang maju ke medan peperangan. Ia  tampak liar, marah, namun sangat, sangat cantik.</p>
<p>&#8220;Hu!&#8221; kataku. &#8220;Itukah Wanita Misteriusnya Will? Will takkan pernah bisa hidup tenang dan damai!&#8221;</p>
<p>Wanita itu kuduga berparas Italia. Aku menanyakan hal ini pada John Florio, guru bahasa Italia Lord Southampton. Setelah aku menjelaskan ciri-ciri wanita itu kepadanya, Florio langsung mengenalinya. &#8220;Emilia,&#8221;  ujarnya, &#8220;Emilia Bassano. Sekarang Emilia Lanier, istri Alphonso  Lanier. Sebelumnya dia tinggal bersama si tua bangka Lord Chamberlain.  Wanita itu bukan istrinya, kau mengerti &#8216;kan. Tapi mengapa kau ingin  mengetahuinya?&#8221;</p>
<p>&#8220;Jika ia telah menikah, tentunya ia tak punya kekasih gelap bukan?&#8221;</p>
<p>Florio tertawa terbahak-bahak. &#8220;Kekasih! Kau tak tahu siapa Emilia Lanier! Dia bukan wanita baik-baik, Kawan, bukan wanita baik-baik.&#8221; Sekarang ia berbisik. &#8220;Ia pernah berteman dengan Lord Southampton. Tapi  sekarang tidak lagi.&#8221;</p>
<p>Aku tidak menanyakan  tentang Will kepadanya. Mungkin Emilia Lanier adalah Wanita  Misteriusnya Will, atau mungkin juga Will berusaha membantu sahabatnya,  Lord Southampton. Tak ada seorang pun yang tahu hingga kini.</p>
<p>Wabah telah usai. Kami kembali sibuk. Semakin banyak kelompok teater  baru yang bermunculan, dan sekarang Will bekerja untuk Lord  Chamberlain&#8217;s Men. Lord Chamberlain termasuk orang penting yang dekat  dengan ratu, dan kami sering diundang untuk pentas di istana, juga di  rumah-rumah para bangsawan Inggris. Kami mempunyai pemain-pemain bagus.  Ada Will, Richard Burbage, John Heminges. Ada pula Augustine Phillips,  Henry Condell, Thomas Pope. Mereka bekerja selama lebih dari 20 tahun,  dan menghasilkan uang yang banyak pula.</p>
<p>Aku bekerja di bagian kostum dan barang-barang properti para pemain  Lord Chamberlain&#8217;s Men. John Heminges mengomentariku sebagai penyedia  properti terbaik di seluruh kota.</p>
<p>Will juga  istimewa, karena dialah yang menulis naskah-naskahnya. Naskah-naskah  yang luar biasa! Ia tak pernah mengulang naskah yang sama, tidak  seperti penulis-penuls lainnya. Ia selalu mencoba sesuatu yang baru,  yang berbeda. Dan ia tidak pernah berlama-lama menulis. John Heminges  tak pernah dapat memahaminya. &#8220;Bagaimana kau bisa menulis secepat itu?  Kau tak pernah membuat satu kesalahan atau mengubah satu huruf pun!&#8221;</p>
<p>Will juga tidak   mengerti sebabnya. &#8220;Semuanya ada di kepalaku. Aku pikirkan, lalu tertuang begitu saja di atas kertas.&#8221;</p>
<p>Tahun 1595, Will menulis sebuah naskah drama percintaan sepasang muda-mudi. Judulnya Romeo and Juliet-Romeo dan Juliet. Sebuah drama yang menyedihkan, karena pasangan itu mati di akhir cerita. Namun para penonton menyukainya. Mereka ingin menyaksikannya lagi dan lagi.</p>
<p>Will berperan sebagai si tua Capulet, ayah Juliet. Seorang aktor muda berperan sebagai Juliet. Saat itu tak ada pemain wanita, para prialah yang memerankan tokoh-tokoh wanita. Tentu saja Will tak pernah menampilkan adegan percintaan sungguhan di atas panggung. Ia mewakilkannya melalui dialog-dialognya yang cantik, indah, menyentuh, sampai kau lupa bahwa wanita-wanita dan gadis-gadis yang berada di atas  panggung adalah pria sungguhan.</p>
<p>Pada tahun yang sama kami menampilkan Romeo and Juliet di Istana  Richmond. Sang Ratu ingin menyaksikan   drama-drama baru saat Natal  nanti, dan pada setiap pertunjukan beliau akan membayar kami 10  poundsterling.</p>
<p>Cuaca buruk terjadi di musim panas tahun 1596. Hujan tidak pernah berhenti mengguyur kota London, sehingga wabah pes kembali menyerang. Sepanjang musim itu kami berada di Stratford, meskipun aku sesekali pergi ke Hampshire untuk beberapa minggu, untuk mengurus bisnis domba-domba milik Will.</p>
<p>Will sedang sibuk menulis naskah drama baru berjudul A Midsummer&#8217;s Night Dream &#8211; Mimpi di Suatu Malam Pertengahan Musim Panas.</p>
<p>Pada bulan Agustus yang lembab aku kembali ke Stratford. Rumah di Henley Street saat itu tampak lengang, membuatku penasaran ingin bertemu Will. Ia ada di ruang kerjanya &#8211; ia sebut begitu, namun ia sedang tak mengerjakan sesuatu apapun. Hanya duduk.</p>
<p>&#8220;Ada apa, Will? Di mana yang lain?&#8221;</p>
<p>&#8220;Ke gereja.&#8221; Mendung menggelayuti wajahnya. Tatapan   matanya kosong. Mati.</p>
<p>&#8220;Apa yang terjadi? Ada apa?&#8221;</p>
<p>Ia menatapku. &#8220;Hamnet&#8230; ia sakit seminggu yang lalu&#8230; dan kemarin&#8230; ia meninggal. Ia baru sebelas tahun, Toby, dan ia sudah meninggal. Anak  laki-lakiku satu-satunya. Meninggal, Toby. Meninggal.&#8221; Kedua telapak  tangannya menutupi wajahnya.</p>
<p>Apa yang sebaiknya kukatakan pada seorang pria jika hal seperti itu menimpanya? Lalu aku duduk di sampingnya, dan meletakkan tanganku di atas lengannya. Aku tahu Will sangat mencintai anak ini, yang bermata secemerlang koin penny, penuh semangat hidup. Persis seperti ayahnya.</p>
<p>&#8220;Kau akan punya anak laki-laki lagi,&#8221; hiburku memecah keheningan.</p>
<p>&#8220;Usia Anne sekarang empat puluh.&#8221; Suara Will terdengar lelah. &#8220;Ia tak pernah hamil lagi sejak kelahiran si kembar.&#8221;</p>
<p>&#8220;Well, kau punya dua anak perempuan yang cantik, Susanna dan Judith. Tak lama lagi mereka akan menikah, dan kau akan punya banyak cucu laki-laki yang tak terkira jumlahnya. Kau lihat saja nanti. Akan ada banyak anak laki-laki yang berlarian naik-turun tangga dan memanggil-manggil nama Kakek Will!&#8221;</p>
<p>Ia mencoba tersenyum, walau tampak sedih. Namun tatapannya tidak  sekosong barusan. Aku merasa senang, dan menambahkan, &#8220;juga masih ada  adik-adikmu : Gilbert, Richard, Edmund. Mereka juga akan punya anak  laki-laki. Keluarga Shakespeare takkan pernah mati. Pikirkanlah juga  keluargamu, Will, pikirkanlah!&#8221;</p>
<p>Ia menuruti  nasihatku. Ia memang sudah dikenal sebagai seorang penyair dan  dramawan, tapi ia juga mempedulikan keluarganya. Setahun berikutnya,  1597, ia membelikan sebuah rumah baru untuk keluarganya. Rumah yang  besar dan luas, bernama New Place, terletak tepat di tengah-tengah  Stratford. Harganya cukup mahal : 60 poundsterling, sehingga para warga  di kota kecil itu mulai memanggil Will &#8216;Tuan Shakespeare&#8217;, tidak lagi  &#8216;Will Muda Sang Aktor&#8217;, atau &#8216;Putra John Shakespeare&#8217;. Mereka senang  berbisnis dengannya, juga meminjam uang darinya.</p>
<p>Anne menyukai rumah baru itu. Istri Tuan Shakespeare dari New Place  menjadi orang penting di Stratford. Namun ia tetap merasa tidak senang  dengan pekerjaan Will. &#8220;Para aktor orang-orang yang liar dan  berbahaya,&#8221; ucapnya berulangkali pada suaminya. &#8220;Aku tak tertarik  dengan drama, ataupun teater, dan aku tak mau tahu apapun tentang  karya-karyamu.&#8221;</p>
<p>Bagaimanapun Anne menyukai  uangnya, rumah baru mereka, juga tentunya gaun-gaun barunya, serta enam  buah kebun apel dan sebuah lahan pertanian yang luas di utara Stratford  yang dibeli pada tahun-tahun berikutnya.</p>
<p>Semenjak saat itu Will jarang menyinggung-nyinggung tentang Hamnet. Waktu terus berjalan dan Will semakin sibuk, kendatipun aku tahu ia masih menyimpan duka tentang kepergian anak laki-lakinya jauh di lubuk hatinya.</p>
<p>Setahun hingga dua tahun berikutnya,  aku berbincang dengan John Heminges tentang kostum untuk karya baru  Will : King John &#8211; Raja John. John Heminges juga seorang pencinta  keluarga : 14 orang anak! Tak terbayang keributan yang terjadi di  rumahnya, teriakan-teriakan anak-anak, canda-tawa mereka&#8230;</p>
<p>John membaca naskah drama Will. &#8220;Kau lihat bagian yang ini, Toby, Will sedang menulis tentang anak laki-lakinya bukan?&#8221;</p>
<p> Grief fills the room up of my absent child<br />
Lies in his bed, walks up and down with me<br />
Puts on his pretty looks, repeats his words&#8230;<br />
[ Duka mengisi kamar anakku yang t'lah pergi<br />
Mengisi tempat tidurnya, mengikutiku jua kala ku pergi<br />
Menghiasi wajah rupawannya, terngiang tutur katanya... ]</p>
<p>Richard Burbage mengatakan tentang gaya penulisan Will yang berubah sejak kematian Hamnet. Dalam salah satu karya Will, The Merchant of Venice &#8211; Pedagang dari Venesia, ada seorang tokoh bernama Shylock yang suka meminjamkan uang namun berwatak kejam. Semua orang membencinya. Tapi di penghujung cerita, Shylock kehilangan segalanya, sehingga kau harus mengasihaninya, sebab dia hanyalah seorang pria tua yang malang.</p>
<p>Mungkin pendapat Richard ada benarnya. Dan jika ada seseorang yang memahami Will, orang itu adalah Richard Burbage.</p>
<p>Natal 1598, Will mementaskan drama berjudul Henry IV di istana, yang menceritakan tentang putera Sang Raja dan sahabatnya, Sir John Falstaff. Sir John adalah seorang pria tua yang gemuk, pemalas, tukang mabuk, banyak bicara dan tertawa. Namun para penonton di London menyukainya, dan gurauan tentang Falstaff terdengar di mana-mana setiap  saat.</p>
<p>Seusai pertunjukan, Ratu ingin berbicara dengan Will.</p>
<p>&#8220;Salah apa kita?&#8221; bisik John Heminges padaku.</p>
<p>&#8220;Kita akan mengetahuinya sebentar lagi.&#8221;</p>
<p>Kami semua menatap kepergian Will menuju singgasana Sang Ratu. Beliau seorang wanita tua, mengenakan wig merah, dan giginya hitam. Tapi beliau adalah ratu yang hebat. Dan jika Ratu tidak senang&#8230;</p>
<p>Suaranya mantap, layaknya suara seorang aktor panggung. Kami dapat mendengar kata-katanya dengan sangat jelas. &#8220;Tuan Shakespeare&#8230;,&#8221; sebuah senyuman terlintas di bibirnya. Sehingga kau mengerti mengapa sebabnya semua warga Inggris mencintainya. Beliau bagaikan secercah sinar surya yang terbit pada suatu pagi di musim semi.</p>
<p>&#8220;Kau adalah pemain drama terbaik di Inggris. Aku menyukai karya-karyamu, dan aku mengira Sir John Falstaff adalah seorang yang jenaka. Aku mengenal banyak pria Inggris seperti dirinya. Maukah kau menuliskan untukku karya drama yang lain? Aku ingin melihat Sir John jatuh cinta.&#8221;</p>
<p>Tatkala Will kembali, kami hendak mengerumuninya demi melihat matanya yang bersinar-sinar. &#8220;Jangan bicara  dulu padaku,&#8221; jawabnya, &#8220;aku harus menulis sebuah naskah lagi.&#8221;</p>
<p>Hanya dalam selang waktu dua minggu, naskah itu lalu dipentaskan di Istana Richmond, dan dimainkan sebelum kedatangan Ratu pada tanggal 20 Februari. Saat beliau menontonnya, beliau lebih sering tertawa. Judul drama itu adalah The Merry Wives of Windsor &#8211; Istri-Istri Periang dari Windsor.</p>
<p>Namun di tahun 1599, beliau jadi jarang  tertawa. Saat itu sedang terjadi konflik di Irlandia, sehingga Ratu  mengutus Earl of Essex bersama 20.000 orang pasukannya untuk bertempur  di sana. Lord Southampton juga turut serta. Seluruh penduduk London  turun ke jalan melepas kepergian mereka. Hal ini memberi inspirasi bagi  Will saat musim panas tiba, untuk menulis naskah drama menarik  bertemakan perang, dan mencantumkan satu-dua kata tentang Irlandia.  Judulnya Henry V, seorang Raja Inggris terkenal yang berperang melawan Perancis. Walaupun demikian, Essex bukanlah Henry V. Ia tak tahu tata-cara berperang, dan melarikan diri ke Inggris setahun kemudian. Ratu tak pernah lagi mau bicara kepadanya.</p>
<p>Pada bulan September, Will, Richard Burbage, dan teman-teman yang lain  mendirikan Teater Globe, dekat Teater Rose, dengan uang mereka sendiri.  Teater itu lebih besar daripada Rose, dan merupakan tempat pertunjukan terbaik di London, yang akan segera menjadi terkenal. Walaupun kelompok  pertunjukan yang lain memiliki teater yang bagus dan para pemain yang  bagus pula, tapi kami punya Richard Burbage yang sangat terkenal, dan  pertunjukan drama terbaik.</p>
<p>Tahun berikutnya,  selain Will dan penulis lainnya, muncul seorang penulis baru bernama  Ben Jonson. Ia seorang penulis andal. Karya-karyanya sanat bagus, namun  orang-orang masih mempercayai Will yang terbaik. Ben tidak dapat  mengerti hal ini. Ia selalu berdebat dengan Will tentang cara-cara  menulis naskah drama. Ia juga bertengkar dengan yang lainnya. Ia pernah  sekali dipenjara karena telah membunuh seorang pria dalam suatu  perkelahian. Usianya delapan tahun lebih mdua dari Will. Biarpun  begitu, Ben dan Will berteman baik.</p>
<p>Karya Will berikutnya adalah Hamlet, Prince of Denmark &#8211; Hamlet,  Pangeran Denmark. Kami berenam : aku, Will, Richard Burbage, Henry  Condell, John Heminges, Augustine Phillips; berkumpul di Boar&#8217;s Head  untuk membicarakan tentang rencana pementasannya.</p>
<p>Will meletakkan tumpukan kertas naskahnya ke atas meja. &#8220;Well, kalian semua telah membacanya. Bagaimana?&#8221;</p>
<p>&#8220;Sangat baik,&#8221; komentar John Heminges. &#8220;Tapi terlalu panjang. Kukira pementasannya akan memakan waktu empat jam.&#8221;</p>
<p>&#8220;Kita tak usah mengangkatnya semua ke atas pentas,<span style="font-family:&quot;">”</span> jelas Will. <span style="font-family:&quot;">“</span>Kita dapat memotongnya menjadi tiga jam, mungkin dua jam setengah.<span style="font-family:&quot;">”</span></p>
<p>Henry Condell mengambil selembar kertas dari tumpukan itu. <span style="font-family:&quot;">“</span>Lihat bagian ini, saat Ophelia berbicara tentang Hamlet. Menurutku, Hamlet kedengarannya seperti Earl of Essex. Apakah kau sedang memikirkan Earl of Essex saat menulisnya?<span style="font-family:&quot;">”</span></p>
<p>Will tersenyum. <span style="font-family:&quot;">“</span>Mungkin ya,<span style="font-family:&quot;">”</span> jawabnya. <span style="font-family:&quot;">“</span>Mungkin tidak.<span style="font-family:&quot;">”</span></p>
<p><span style="font-family:&quot;">“</span>Richardkah yang akan berperan sebagai Pangeran Hamlet?<span style="font-family:&quot;">”</span> tanya Augustine.</p>
<p><span style="font-family:&quot;">“</span>Tentu saja!<span style="font-family:&quot;">”</span> pekik Will. <span style="font-family:&quot;">“</span>Aku menulis bagian ini untuknya. Ia adalah seorang bintang. Sedangkan aku akan memerankan hantu ayah Hamlet.<span style="font-family:&quot;">”</span> Will  menatapku. <span style="font-family:&quot;">“</span>Hamlet akan berpakaian serba hitam, Toby, sebaliknya Ophelia serba putih.<span style="font-family:&quot;">”</span></p>
<p>Henry menghabiskan birnya.  <span style="font-family:&quot;">“</span>Ini cerita yang bagus, Will, dan kita semua mendapatkan peran yang  bagus. Tapi apakah para penonton akan menikmatinya? Alur cerita ini  sangat lambat, padahal mereka suka alur yang cepat dan menarik. Hamlet  tahu bahwa pamannyalah, Claudius, yang telah membunuh Sang Raja, yaitu  ayahnya. Tapi Hamlet tak pernah bertindak apa-apa untuk sekian lama. Ia  hanya membicarakannya. Dan di akhir cerita, hampir semua tokohnya mati.<span style="font-family:&quot;">”</span></p>
<p>Augustine tidak setuju dengan pendapatnya. <span style="font-family:&quot;">“</span>Kau tidak memahaminya, Henry. Cerita ini sungguh menarik, mengesankan. Inti cerita ini ada pada diri Hamlet sendiri. Ia ingin membunuh pamannya, tapi ia tak bisa. Membunuh adalah tindakan yang salah. Namun ia harus membunuhnya, demi ayahnya. Kita semua mengerti bagaimana perasaannya.<span style="font-family:&quot;">”</span></p>
<p>Sepanjang percakapan, Richard Burbage tak berucap sepatah kata pun. Kemudian ia membaca lagi beberapa bagian dari naskah itu. Lantas ia meletakkannya di tangannya dan menatap ke arah kami. Sorot matanya bersinar penuh gairah.</p>
<p><span style="font-family:&quot;">“</span>Adakah di antara kalian yang  benar-benar menyimak gaya bahasa yang digunakan dalam dialog ini? Ini  adalah karya terbaikmu, Will, bahkan terbaik di antara karya-karyamu  yang lain. Dengarkanlah kalimatnya, sajaknya!<span style="font-family:&quot;">”</span> Richard berdiri, dan tak  lama suaranya yang dahsyat memenuhi ruangan kedai minum itu.</p>
<p><span style="font-family:&quot;">“</span>To be, or not to be, that is the question&#8230;<span style="font-family:&quot;">”</span></p>
<p>Kami duduk mendengarkan dalam diam, sementara suara yang indah itu seolah menghidupkan kalimat demi kalimat yang diucapkannya. Will menatapnya, tersenyum. Ia tahu bahwa Richard, seperti dirinya, jatuh hati pada kalimat-kalimat itu.</p>
<p><span style="font-family:&quot;">“</span>&#8230; To die, to sleep<span style="font-family:&quot;">”</span><br />
To sleep<span style="font-family:&quot;">”</span>perchance to dream. Ay, there<span style="font-family:&quot;">’</span>s the rub.<br />
For in that sleep of death what dreams may come<br />
When we have shuffled off this mortal coil Must give us pause.<span style="font-family:&quot;">”</span></p>
<p>Apa yang dikatakan Richard Burbage tentunya benar, sebab ternyata para penonton menikmati pertunjukan itu. Mereka menyukai peran Burbage sebagai Hamlet, mereka menangisi kematian Ophelia, dan mereka meneriaki  si pembunuh, Claudius, agar mati saja. Kukira, ini adalah karya  terbesar Will.</p>
<p>Ayah Will meninggal di bulan September  1601. Pada tahun-tahun terakhirnya, John Shakespeare tampak bahagia.  Putranya telah menjadi orang besar, dan keluarga Shakespeare menjadi  keluarga terpandang di Stratford. Namun tidak banyak jumlah cucu di  keluarga itu. Kakak perempuan Will, Joan, telah menikah dan punya  seorang anak laki-laki, tapi lain halnya dengan kedua adik laki-lakinya. Mereka sama sekali tak mempunyai anak.</p>
<p>Susanna, anak perempuan tertua Will telah berusia 18 tahun, dan suatu hari Will berkata kepadanya, <span style="font-family:&quot;">“</span>Kami harus segera mencarikan suami untukmu, Susanna.<span style="font-family:&quot;">”</span></p>
<p>Tapi Susanna menggeleng. <span style="font-family:&quot;">“</span>Oh, aku tak ingin menikah, Ayah, terima kasih.<span style="font-family:&quot;">”</span></p>
<p>Kami hanya tersenyum mendengar jawabannya, sebab telah ada seorang calon menantu yang sering mengunjungi New Place. Namanya John Hall, seorang dokter yang pintar. Will suka kepadanya.</p>
<p>Di London, teater selalu ramai dipenuhi penonton, dan para aktor  menjadi orang-orang penting. Teater Globe dan Lord Chamberlain<span style="font-family:&quot;">’</span>s Men  bermain sangat baik, sehingga para aktornya mendapatkan uang banyak  yang kemudian digunakan untuk membeli rumah dan tanah. Walaupun  demikian, masih saja ada yang menganggap mereka sebagai orang-orang  yang kejam dan berbahaya.</p>
<p>Will dan aku sekarang menempati sebuah penginapan bagus di Silver Street, Cripplegate, bersama keluarga Mountjoy.</p>
<p>Ratu Elizabeth I wafat tanggal 24 Maret 1603 di Richmond. Aku masih ingat dengan persis hari itu. Seluruh teater ditutup <span style="font-family:&quot;">“</span>pertunjukan tidak  bisa digelar bila Ratu wafat<span style="font-family:&quot;">”</span> dan kami semua berkumpul di rumah Henry  Condell. Ia dan John Heminges tinggal berdekatan dengan penginapan Will  dan aku.</p>
<p>Kami semua merasa khawatir. Raja baru  Inggris adalah James I. Sebelumnya beliau adalah Raja Skotlandia,  mempersunting Ratu Anne dari Denmark yang masih belia, serta mempunyai  tiga orang anak yang masih kecil-kecil. Raja yang bagaimanakah beliau?  Akankah beliau menjadi raja yang baik? Dan yang terpenting, apakah  beliau menyukai drama?</p>
<p><span style="font-family:&quot;">“</span>Jika tidak,<span style="font-family:&quot;">”</span> sahut Henry  Condell, <span style="font-family:&quot;">“</span>habislah kita. Sudah banyak kaum Puritan yang menduduki kursi  Dewan Kota London, dan mereka akan senang sekali apabila dapat menutup  semua teater.<span style="font-family:&quot;">”</span></p>
<p>Henry selalu melihat segala sesuatunya dari kemungkinan yang paling buruk.</p>
<p><span style="font-family:&quot;">“</span>Well, ia sendiri telah menulis banyak buku juga,<span style="font-family:&quot;">”</span> jelas Will. <span style="font-family:&quot;">“</span>Mungkin  ia akan tertarik juga pada drama. Kita hanya harus bersabar dan  menunggu.<span style="font-family:&quot;">”</span></p>
<p>Ternyata kami tidak usah menunggu  terlalu lama. Hari itu tanggal 19 Mei. Aku sedang memperbaiki sebuah  pintu di lantai panggung yang biasa digunakan untuk tempat keluarnya  pemeran hantu dalam kepulan asap. Tiba-tiba aku mendengar  langkah-langkah kaki berlarian menuju panggung, membuatku penasaran  ingin melihat apa yang sedang terjadi di atas. Ternyata Will, John  Heminges, dan Richard Burbage, dengan wajah berseri-seri menatapku  melalui lubang pintu itu.</p>
<p><span style="font-family:&quot;">“</span>Dengar baik-baik,Toby.<span style="font-family:&quot;">”</span> Will mengacungkan sgulung kertas di tangannya. <span style="font-family:&quot;">“</span>Surat dari Raja  James! Mulai hari ini, kita adalah The King<span style="font-family:&quot;">’</span>s Men! Kita bekerja  untuknya, dan ia ingin menyaksikan semua pertunjukan kita!<span style="font-family:&quot;">”</span></p>
<p><span style="font-family:&quot;">“</span>Kita akan mengenakan jas warna merah yang baru untuk pementasan di istana,<span style="font-family:&quot;">”</span> tambah Richard.</p>
<p>“Dan,<span style="font-family:&quot;">”</span> sela John, <span style="font-family:&quot;">“</span>beliau akan membayar kita 20 poundsterling untuk setiap pementasan. Bagaimana tanggapanmu, Toby?<span style="font-family:&quot;">”</span></p>
<p>Kami semua tertawa lega. <span style="font-family:&quot;">“</span>Well, John,<span style="font-family:&quot;">”</span> jawabku. <span style="font-family:&quot;">“</span>Jika kita menjadi kaya  begini, bisakah aku mempunyai pintu baru? Aku tak mungkin lagi memperbaiki yang satu ini, sudah terlalu usang.<span style="font-family:&quot;">”</span></p>
<p>Wabah pes kembali menyerang saat musim panas. Sampai bulan Juli, ribuan  orang di London meninggal setiap minggunya. Salah satunya adalah anak  laki-laki teman Will, Ben Jonson. Dan jumlah itu mencapai hingga 33.000  orang di akhir tahun. Semua teater ditutup, sehingga The King Men<span style="font-family:&quot;">’</span>s  memanfaatkannya untuk melakukan tur. Will dan aku melewatkan musim  panas di Stratford. Sedangkan Raja sedang berada di Istana Hampton  Court, di luar kota London, sehingga aman dari wabah tersebut.</p>
<p><span style="font-family:&quot;">“</span>Raja dan Permaisuri yang baru gemar bersenang-senang, Toby,<span style="font-family:&quot;">”</span> kata Will  suatu hari. <span style="font-family:&quot;">“</span>Mereka adalah keluarga yang berbahagia. Pangeran Henry,  yang berusia sembilan tahun, adalah seorang anak laki-laki yang manis  sekali. Kakak perempuannya, Elizabeth, sangat cantik. Sedangkan si  bungsu Pangeran Charles baru dua tahun.<span style="font-family:&quot;">”</span> Sesaat ia terdiam. Kurasa ia  sedang memikirkan Hamnet. Lalu ia melanjutkan lagi, <span style="font-family:&quot;">“</span>Permaisuri Anne  sangat menyukai drama. Beliau juga menggemari musik, dan berdansa.  Beliau bahkan mempertontonkan kedua kakinya dalam sebuah pesta dansa!<span style="font-family:&quot;">”</span></p>
<p><span style="font-family:&quot;">“</span>Astaga!<span style="font-family:&quot;">”</span> komentarku sangat terkejut. <span style="font-family:&quot;">“</span>Hal-hal seperti itu tak pernah terjadi saat Ratu Elizabeth masih hidup.<span style="font-family:&quot;">”</span></p>
<p><span style="font-family:&quot;">“</span>Kita hidup di zaman yang berbeda, Toby.Banyak hal yang akan berubah.<span style="font-family:&quot;">”</span></p>
<p>Tapi, perubahan itu berjalan lamban. The King<span style="font-family:&quot;">’</span>s Men meraih sukses di satu tempat ke tempat yang lain. Natal 1604, kami menggelar 22 pertunjukan di istana, dan delapan di antaranya ditulis oleh Will. Tahun 1605, ada 13 pertunjukan, 10 di antaranya adalah karya Will.</p>
<p>Kami selalu menampilkannya terlebih dahulu di Globe, sebelum dipentaskan di istana. Will menulis lebih lambat sekarang, namun masih tetap ada beberapa karya terbaiknya : Othello, Macbeth dan King Lear. Drama yang menyedihkan dan menyuramkan. Wanita, pria dan anak-anak di Teater Globe menangis menyaksikannya. Yang memerankan Raja Lear tentu saja Richard Burbage. Ia memang seorang aktor yang luar biasa!</p>
<p>Di tahun-tahun berikutnya, wabah pes masih saja melanda Inggris. Will dan aku lebih sering berada di Stratford pada musim panas. Seperti biasa, Will menulis, dan aku mengurusi bisnisnya. Susanna menikah dengan dr John Hall di bulan Juni 1607, dan setahun kemudian Will mempunyai seorang cucu bernama Elizabeth.</p>
<p>Musim dingin tahun itu benar-benar dingin, sampai-sampai sungai Thames  membeku hingga ke daerah Westminster. Adik Will, Edmund, meninggal pada  musim itu juga. Usianya baru 27 tahun. Kemudian disusul oleh ibunya  yang meninggal bulan September setahun berikutnya.</p>
<p>Kali ini Will menulis naskah drama dengan tema berbeda. Menurut John  Heminges, karya Will sekarang sangat suram, kejam, dan ia seolah-olah  hanya menilai sisi gelap seseorang. Tapi itu hanyalah satu hal tentang  Will. Ia masih terus mencoba jenis baru puisi dan karya dramanya. Dan  tak lama setelah itu, muncul jenis drama yang lain lagi, yang penuh  dengan tawa, bunga-bunga musim semi, dan percintaan. Judulnya The  Winter<span style="font-family:&quot;">’</span>s Tale.</p>
<p>Tatkala berada di London, terutama pada malam hari, kami sering  mengunjungi kedai minum Mermaid Tavern di Cheapside. Kedai   itu sangat  bagus, dengan bir bermutu baik. Semua penulis dan penyair di London  pernah mampir ke sana.</p>
<p>Suatu malam di musim dingin tahun 1610, sebagian besar teman-teman  Will: para aktor dan penulis, mengunjungi kedai itu. Juga tentunya Ben  Jonson. Ia adalah rajanya peminum sepanjang hidupnya. Sekarang ia  selalu menghasilkan karya-karya yang sangat bagus, namun sayangnya ia  tak pernah punya uang sepeserpun. Will yang selalu membelikannya bir.</p>
<p>Pada awalnya, pembicaraan kami adalah seputar Raja James, yang sekarang lebih tertarik pada kuda daripada drama. Lalu Ben teringat sesuatu akan  isi cerita The Winter<span style="font-family:&quot;">’</span>s Tale. Sebenarnya ia mengakui, karya-karya Will  adalah yang terbaik, tapi ia suka sekali mencari-cari kesalahan sekecil  apapun darinya.</p>
<p>Mengapa kau letakkan Bohemia di  pinggir lautan, Will? Bohemia letaknya di tengah-tengah Eropa! Tak ada  lautan untuk sepanjang ribuan mil, dasar bodoh!<span style="font-family:&quot;">”</span></p>
<p><span style="font-family:&quot;">“</span>Karya-karyamu sungguh brilian, Ben,” sela Richard Burbage. <span style="font-family:&quot;">“</span>Namun rasa-rasanya berbau buku pelajaran, bukankah begitu, Will?<span style="font-family:&quot;">”</span></p>
<p>Will tertawa. <span style="font-family:&quot;">“</span>Berapa orang yang akan mempedulikan hal itu, Ben? Apa urusan mereka? Mereka menyukainya. Permaisuri mengatakan bahwa permainan drama tersebut sungguh manis, dan Raja&#8230;<span style="font-family:&quot;">”</span></p>
<p><span style="font-family:&quot;">“</span>Raja!<span style="font-family:&quot;">”</span> bentak Ben keras. Wajahnya tampak sangat marah. Raja James terkadang jatuh tertidur saat menyaksikan pementasan karya Ben sendiri.<span style="font-family:&quot;">”</span>Ia sangat dungu! Aku katakan kepadanya, tepat di depan batang  hidungnya: Sir, Anda tak memahami puisi!<span style="font-family:&quot;">”</span></p>
<p>Giliran John Heminges yang tertawa. <span style="font-family:&quot;">“</span>Oh Tuhan! Betapa kasarnya kau,  Ben! Aku tak habis pikir bagaimana kau bisa bertahan hidup selama ini!<span style="font-family:&quot;">”</span></p>
<p>Will tertawa lagi. Lalu ia berkata, <span style="font-family:&quot;">“</span>Ben, kau harus berhati-hati. Kau tak ingin Raja menjadi musuhmu. Jangan lupa, beliau membayar kita dua kali lipat daripada Ratu Elizabeth, dan banyak pertunjukan kita yang ditontonnya dua kali.<span style="font-family:&quot;">”</span></p>
<p><span style="font-family:&quot;">“</span>Uang?<span style="font-family:&quot;">”</span> bentak Ben lagi. Ia memang sangat suka memperdebatkan apa saja. ”Kita ini penyair, aktor, bukan pekerja bisnis! Apa urusannya dengan  uang?<span style="font-family:&quot;">”</span></p>
<p><span style="font-family:&quot;">“</span>Dengan itu maka perutmu terisi roti dan  daging, serta kau punya jas untuk melindungi punggungmu,<span style="font-family:&quot;">”</span> jawab Will,  mereguk birnya. <span style="font-family:&quot;">“</span>Dan kau juga yang pertama kali mengeluh bila kehabisan  uang.<span style="font-family:&quot;">”</span></p>
<p>Ben membanting gelas birnya ke atas meja.  <span style="font-family:&quot;">“</span>Sekarang dengar baik-baik, Tuan William Shakespeare dari Stratford,  dengan rumah besarmu yang nyaman, kuda-kudamu yang mahal, kau menulis  dalam naskah Raja Learmu bahwa uang.”</p>
<p><span style="font-family:&quot;">“</span>Oh,  berhentilah bertengkar, kalian berdua!<span style="font-family:&quot;">”</span> lerai John Heminges. Ia hendak  mengatakan sesuatu padaku, tapi Ben berdebat lagi tentang karya Will  yang lain.</p>
<p><span style="font-family:&quot;">“</span>Dan bagaimana tentang Antony dan  Cleopatra? Tulisan macam apa itu? Kau tak pernah tahu di mana persisnya  kau berada! Semenit kau berada di Mesir, semenit berikutnya di Roma,  lalu tiba-tiba kau berada di laut di atas sebuah kapal, dan kau balik  lagi ke Mesir&#8230;<span style="font-family:&quot;">”</span></p>
<p>Richard Burbage tak menyukai suasana yang ricuh itu. <span style="font-family:&quot;">“</span>Kau salah lagi,  Ben. Kau saja yang tak dapat mengikuti alur cerita. Kau pikir penduduk  London bodoh-bodoh, tapi mereka lebih mengerti daripada kau! Dan satu  hal&#8230;<span style="font-family:&quot;">”</span></p>
<p>Kuputuskan untuk pulang ke penginapan.  Ben pria yang baik, namun dia terlalu banyak bicara. Ketika aku  meninggalkan kedai itu, ia sedang memesan bir untuk yang kesekian  kalinya. Aku tahu mereka akan melewatkan sepanjang malam itu di Mermaid.</p>
<p>&#8220;Rambutmu sudah banyak berkurang, Will,<span style="font-family:&quot;">”</span> ucapku kepadanya suatu hari.<br />
<span style="font-family:&quot;">“</span>Kita berdua semakin bertambah tua, Toby. Kita tidak bisa lari darinya. Tua dan lelah.<span style="font-family:&quot;">”</span></p>
<p><span style="font-family:&quot;">“</span>Jangan berkata seperti itu. Usiamu baru 47. Hidupmu masih panjang, Will. Dan masih ada 20 naskah drama lagi!<span style="font-family:&quot;">”</span></p>
<p><span style="font-family:&quot;">“</span>Tidak,<span style="font-family:&quot;">”</span> elaknya pelan. <span style="font-family:&quot;">“</span>Tidak, kupikir puisinya sebentar lagi selesai.  Aku lelah, Toby. Aku butuh istirahat. Kukira The Tempest akan menjadi  karya terakhirku. Aku akan mengucapkan selamat tinggal pada dunia  panggung. Sekarang sudah banyak bermunculan penulis baru, masih muda-muda, dan tahu caranya menghibur penonton. Aku tidak semodern dulu.<span style="font-family:&quot;">”</span></p>
<p>Ia tak pernah berkata seperti itu, dan  aku benar-benar tak menyukainya. <span style="font-family:&quot;">“</span>Hanya ada satu Will Shakespeare. Dan  ia akan selalu modern. Sekarang aku harus kembali bekerja. Aku harus pergi membeli kain untuk membuat kostum para pemain The Tempest. Mengapa kau harus mengambil latar di sebuah pulau? Saat kapal tenggelam, semua pemain harus tampil ke panggung dalam keadaan basah. Kau tahu itu butuh sehari untuk mengeringkan kostum-kostum&#8230; artinya akan ada dua kostum untuk masing-masing pemain: yang basah dan yang kering!<span style="font-family:&quot;">”</span></p>
<p>Kata-kataku membuatnya hidup<span style="font-family:&quot;"> </span><span> </span>kembali.<span style="font-family:&quot;">“</span>Tidakkah kau baca kata-kata Gonzalo pada babak kedua, Toby? Kau tahu  pulau itu ajaib. Jadi pakaian mereka kering terus sepanjang waktu. Jadi  mereka hanya butuh satu kostum.<span style="font-family:&quot;">”</span></p>
<p>Aku tertawa, dan ia pun tertawa.</p>
<p>Namun ia benar, ia memang lelah. Aku dapat melihatnya, juga teman-teman  yang lain. Tapi kelompok teater selalu menginginkan drama-drama baru  untuk dipentaskan. Dan sekarang kami punya dua buah teater. Selain  Globe, ada pula Blackfriars. Pertunjukan di Globe dilakukan di ruangan  terbuka, jadi harus selalu dipentaskan saat hari cerah. Sedangkan  Teater Blackfriars adalah bangunan beratap. Kami dapat mementaskan  drama pada malam hari, dan pada berbagai kondisi cuaca. Uang yang  dihasilkan pun lebih banyak. Karena masing-masing penonton yang ingin  mendapatkan kursi, mereka harus membayar 1 shilling. Di Globe, penonton  membayar 1 penny. Dan itupun berdiri.</p>
<p>Pada bulan  Februari 1612, adik Will, Gilbert, meninggal dunia di London. Disusul  Richard setahun kemudian, pada bulan yang sama. Tingallah Will satu-satunya putra keluarga Shakespeare yang masih hidup.</p>
<p>Will sudah tak lagi bermain dalam drama karyanya. Namun ia masih menyempatkan diri datang ke tempat latihan untuk melihat para aktor yang akan memainkan karyanya.</p>
<p>Musim semi 1613,  dalam perjalanan kembali ke Stratford, kami berhenti di Oxford dan  bermalam di sebuah penginapan bernama Crown Inn. Will tampak sangat  akrab dengan pemilik penginapan itu, John Davenant dan istrinya, Jane.  Pagi berikutnya, saat kami hendak pergi, anak laki-laki mereka,  William, berlari ke arah Will untuk mengucapkan selamat tinggal. Ia  anak yang cerdas, usianya sekitar tujuh tahun, dengan warna rambut dan  mata yang sama persis seperti Will. Setelah beberapa saat berbincang  dengannya, Will memberinya sekeping penny.</p>
<p>Saat dalam perjalanan, aku berkata pada Will, <span style="font-family:&quot;">“</span>Hari terakhir kita berada di Oxford, aku mendengar pembicaraan penduduk di kota. Seseorang mengatakan bahwa kau adalah ayah dari anak laki-laki Jane Davenant.<span style="font-family:&quot;">”</span></p>
<p>Will tertawa. <span style="font-family:&quot;">“</span>Well, well, orang-orang boleh berpendapat demikian,kan. Apa yang akan mereka katakan selanjutnya?<span style="font-family:&quot;">”</span><br />
<span style="font-family:&quot;">“</span>Jane wanita yang cantik.<span style="font-family:&quot;">”</span> Sudut mataku mengerling kepadanya. <span style="font-family:&quot;">“</span>Benar bukan?<span style="font-family:&quot;">”</span></p>
<p><span style="font-family:&quot;">“</span>Ayolah, Toby. Kau tahu Jane istri yang baik bagi John,<span style="font-family:&quot;">”</span> jawabnya tersenyum. <span style="font-family:&quot;">“</span>Kau tak sepatutnya mendengar cerita-cerita seperti itu.<span style="font-family:&quot;">”</span></p>
<p>Aku juga tak mempercayainya. Tapi tahun-tahun setelah kematian Will, William Davenant mengatakan kepada orang-orang bahwa ia adalah anak laki-laki Will. Bagaimana dia bisa tahu? Ibunya takkan pernah menceritakannya!</p>
<p>Will bahagia bertemu  putri-putrinya dan John Hall, serta si kecil Elizabeth yang baru  berusia lima tahun. Ia juga bahagia bertemu Anne, kukira. Ia tak pernah  bicara banyak pada istrinya, begitu pula istrinya.</p>
<p>Menurutku,  Judith adalah anak perempuan Will yang paling disayanginya. Susanna  memang lebih cantik dan lebih pintar, tapi Judith adalah kembaran  Hamnet, dan Will masih teringat akan Hamnet. Ia menginginkan seorang  cucu laki-laki. Judith berusia 28 tahun sekarang, dan masih melajang.  Tapi Will mengatakan tak usah terburu-buru. Judith harus mendapatkan  pria yang tepat.</p>
<p>Will bekerja keras sepanjang  hidupnya, dan semua itu adalah untuk keluarganya. Aku teringat beberapa  baris dari naskah dramanya yang berjudul The Tempest Prahara, ketika  Prospero berbicara kepada putrinya, Miranda.</p>
<p>I have done nothing but in care of thee,<br />
Of thee, my dear one, thee my daughter&#8230;<br />
[ Tak satu pun jua tlah kuperbuat selain untukmu,<br />
untukmu, kasihku satu, untukmu putriku... ]</p>
<p>ill masih menulis sebuah naskah lagi berjudul Henry VII, sebab Putri Elizabeth, anak   perempuan Raja, akan menikah. The King<span style="font-family:&quot;">’</span>s Men harus melakukan persiapan yang matang untuk menyambut hari istimewa itu.</p>
<p>Saat itu kami berada di London. Pertunjukan pertama dimulai tanggal 29 Juni 1613. Aku masih ingat peristiwa yang nahas itu.</p>
<p>Kejadiannya begitu cepat, sesaat setelah pementasan dimulai. Richard Burbage sedang berdiri di atas panggung saat tiba-tiba dialognya terhenti. Ia menatap ke atas.</p>
<p><span style="font-family:&quot;">“</span>Kebakaran!<span style="font-family:&quot;">”</span> teriaknya. <span style="font-family:&quot;">“</span>Teater kita terbakar!<span style="font-family:&quot;">”</span></p>
<p>Bangunan dari kayu itu dilalap api begitu cepat. Henry Condell turut berteriak, <span style="font-family:&quot;">“</span>Semuanya keluar! Cepat!<span style="font-family:&quot;">”</span></p>
<p>Kerumunan penonton berlarian menuju ke pintu keluar, dan aku segera ke sana untuk membukanya. John Heminges berteriak pada Will, <span style="font-family:&quot;">“</span>Buku-buku naskah! Kita harus menyelamatkannya!<span style="font-family:&quot;">”</span></p>
<p>Untungnya tak ada seorang pun yang cedera. Namun Globe telah rata  dengan tanah. John Heminges berdiri   memandangnya, lantas menangis.</p>
<p>Tapi tragedi itu tak berlangsung lama. Setahun kemudian, Teater Globe  yang baru telah berdiri lagi di tempat yang sama. Lebih besar dan lebih bagus. Orang-orang menyebutnya sebagai tempat pertunjukan termegah di Inggris.</p>
<p>Kami sudah tak sesering lagi berada di  London. Will bahagia bersama keluarganya di Stratford. Ia meluangkan  waktunya untuk berkebun, bermain dengan cucunya, Elizabeth,  membaca-baca naskah dramanya lagi, melewatkan hari tuanya bersamaku  seraya membicarakan tentang masa tua kami.</p>
<p>Judith akhirnya menikah pada bulan Februari 1616, di usianya yang  ke-31. Suaminya bernama Thomas Quiney, yang berusia 26 tahun. Will  tampaknya tak senang kepadanya.</p>
<p><span style="font-family:&quot;">“</span>Judith sangat mencintainya. Tapi aku merasa tak yakin. Kukira Judith telah melakukan kesalahan.”</p>
<p>Ia benar. Will memang biasanya benar dalam menganalisa seseorang. Thomas   Quiney pria yang pemalas, tukang minum, dan pergi bersama wanita  lain.</p>
<p>Namun Will tak sempat mengetahuinya. Pada bulan Maret ia menghadiri  sebuah pesta kecil-kecilan di Mermaid Tavern. Ben Jonson sekarang telah  menjadi aktor untuk pementasan di istana. Raja memberinya sejumlah uang  setiap tahunnya, oleh karena itu Ben ingin mengadakan sebuah pesta  untuk teman-temannya.</p>
<p>Kudengar, pesta itu  berlangsung cukup meriah. Tapi Will mendadak terserang demam. Ia pulang  kembali ke rumahnya di suatu mesim semi yang dingin, saat turun hujan.  Ketika ia sampai di New Place, kondisi kesehatannya kian memburuk.</p>
<p>Will meninggal dunia tanggal 23 April 1616. Mayatnya dikuburkan di Holy  Trinity Church, yang terletak di tepi sungai Avon. Saat itu cuaca  cerah, namun berangin.</p>
<p>Ben Jonson datang  langsung dari London menghadiri upacara pemakamannya. Di dalam gereja,  ia menangis. Walaupun sering berdebat dengan Will, Will adalah sahabat  terbaiknya.</p>
<p><span style="font-family:&quot;">“</span>Toby,<span style="font-family:&quot;">”</span> katanya pelan, <span style="font-family:&quot;">“</span>Will adalah pria sejati. Aku menyayanginya.  Kita takkan pernah lagi melihat seorang penyair seperti dirinya di  Inggris.<span style="font-family:&quot;">”</span></p>
<p>Anne Shakespeare meninggal tahun 1623,  disusul dua tahun kemudian oleh John Hall, yang berjuang melawan  penyakit pes yang dideritanya. Susanna dan Judith masih hidup. Judith  memiliki tiga orang putra, namun ketiganya meninggal. Sehingga tak ada  lagi anak laki-laki di keluarga Will yang melanjutkan nama besarnya.  Elizabeth, putri Susanna, tidak punya anak, dan kini ia telah berusia  41 tahun. Terkadang ia menyempatkan diri untuk menjengukku.</p>
<p>Kaum Puritan memenggal kepala Raja Charles, putra Raja James, bulan  Januari yang lalu. Tak ada lagi nyanyian, tarian, pementasan drama.</p>
<p>Namun orang-orang takkan melupakan nama Will Shakespeare.</p>
<p>TAMAT</p>
<p><em>Will,  terjemahan dari buku berjudul &#8220;William Shakespeare&#8221;, edisi Oxford  Bookworms, penerbit Oxford University Press 1993. Buku asli diitulis  oleh Jennifer Bassett, seorang pengajar dan penulis yang menetap di  Devonshire, sebelah barat daya Inggris. MW.</em></p>
<p class="MsoNormal">
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/vitta26.wordpress.com/38/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/vitta26.wordpress.com/38/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vitta26.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vitta26.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vitta26.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vitta26.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/vitta26.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/vitta26.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/vitta26.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/vitta26.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vitta26.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vitta26.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vitta26.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vitta26.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vitta26.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vitta26.wordpress.com/38/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vitta26.wordpress.com&amp;blog=3657632&amp;post=38&amp;subd=vitta26&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vitta26.wordpress.com/2008/09/18/william-shakespeare/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9f08df5db8ecc75e4241958bbdafe70f?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">si mungiL</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MITOS DI BALIK IQ</title>
		<link>http://vitta26.wordpress.com/2008/08/30/mitos-di-balik-iq/</link>
		<comments>http://vitta26.wordpress.com/2008/08/30/mitos-di-balik-iq/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Aug 2008 05:39:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vitta26</dc:creator>
				<category><![CDATA[september]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vitta26.wordpress.com/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Ronal Hutagalung Penulis adalah Master Trainer SMART TRAINING CENTER dan Owner SUCCESS BOOK STORE di antara kita pati ada kekhawatiran akan IQ yang rendah. karena menurut kita IQ yang tinggi sangat menunjang kesuksesan kita. pasti kita bertanya-tanya &#8220;berapa IQ saya?&#8221; di balik pertanyaan itu ada rasa kekhawatiran bila kita ingin melakukan tes IQ [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vitta26.wordpress.com&amp;blog=3657632&amp;post=34&amp;subd=vitta26&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" align="center"><span><span>Oleh : Ronal Hutagalung</span></span></p>
<p class="MsoNormal" align="center"><span><span>Penulis adalah Master Trainer SMART TRAINING CENTER dan Owner SUCCESS BOOK STORE</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span>di antara kita pati ada kekhawatiran akan IQ yang rendah. karena menurut kita IQ yang tinggi sangat menunjang kesuksesan kita. pasti kita bertanya-tanya &#8220;berapa IQ saya?&#8221; di balik pertanyaan itu ada rasa kekhawatiran bila kita ingin melakukan tes IQ<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Nah, sekarang apakah memang benar ada keterkaitan antara nilai hasil tes IQ dan keberhasilan seseorang? Apakah sebuah jaminan bahwa orang yang ber IQ tinggi akan lebih sukses dibandingkan orang yang memiliki IQ rendah? Sebelum kita menjawab pertanyaan-pertanyaan diatas, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu seperti apa tes IQ tersebut. Sepengetahuan saya, tes IQ terutama hanya menguji dua jenis kecerdasan saja, yaitu kecerdasan logika/matematika dan linguistic serta sedikit kecerdasan visual-spasial. Sehingga hasil tes ini tidaklah dapat dijadikan sebagai acuan bagi keberhasilan hidup seseorang. Menurut Gardner , dalam teori Multiple Intelegence, manusi mempunyai delapan kecerdasan, yaitu kecerdasan logika/matematika, linguistic, interpersonal, intrapersonal, kinestetik, natural, musical, dan visual-spatial. Sementara itu tes IQ juga tidak dapat menguji kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual.</span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span>Suatu mitos yang berkembang di masyarakat adalah bahwa IQ itu bersifat permanen. Sehingga orang yang memiliki IQ rendah maka itulah kutukan hidup yang harus diterimanya. Berdasarkan penelitian terkini, IQ bukanlah sesuatu yang sifatnya permanen. IQ seseorang dapat turun maupun naik. Suatu penelitian yang pernah dilakukan di Souhwest State University sejak tahun 1989, dengan teknik tertentu, yang dapat mengaktifkan berbagai bagian otak secara simultan, didapatkan hasil yang snagat mencengangkan. Hanya dengan melatih teknik tersebut selama 25 jam, IQ dapat meningkat sebesar 20 point. Yang lebih menakjubkan lagi di sebuah institusi ternama di Swiss, dengan menggunakan bantuan peralatan mutakhir, terjadi peningkatan IQ sebesar 30% lebih tinggi dari IQ semula. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Cara lainnya yang lebih mudah untuk dapat meningkatkan IQ adalah dengan mendengarkan music Mozart<span> </span>“Sonata for Two Pianos in D”. mendengarkan music ini selama 15 menit akan meningkatkan IQ sebesar 8 hingga 9 point. Frekuensi yang dibutuhkan untuk dapat mengisi dan mengaktifkan sel otak adalah frekuensi 8.000 Hz atau 8 KHz. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa music Mozart sangat kaya dengan frekuensi 8 KHz. Itulah sebabnya kenapa getaran dan frekuensi dari alunan music Mozart<span> </span>yang diterima oleh telinga kita membuat kita merasa segar. Berbeda halnya dengan music dengan frekuensi rendah seperti Heavy Metal dan rock yang sangat menguras energy sel otak dan membuat tubuh kita lelah. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Musik Mozart dan Baroque juga dapat sangat membantu dalam proses pembelajaran. Untuk memudahkan kita memasukkan informasi kedalam otak, gunakanlah music instrument dengan tempo 55-57 bit per menit. Sedangkan untuk curah gagasan, diskusi, kerja kelompok, atau tugas yang membutuhkan proses berpikir kreatif gunakanlah music dengan tempo di atas 100 bit per menit. Tempo music ini dapat mempengaruhi detak jantung. Musik dengan tempo 55-57 bit permenit, atau rata-rata 60 bit permenit, akan menurunkan detak jantung hingga 60 kali per menit.Detak jantung 60 kali permenit adalah detak jantung orang yang dalam keadaan rileks. Kondisi tubuh yang rileks selanjutnya akan berhubungan dengan kondisi getaran otak, yaitu gelombang Alfa ( 8 – 12 KHz). Kondisi Alfa adalah kondisi yang paling baik untuk belajar. Sedangkan music dengan tempo tinggi membawa gelombang otak masuk kedalam kondisi Beta dimana hanya sesuai untuk berpikir kritis dan cepat. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Selanjutnya kita kembali kepada pertanyaan diatas, apakah ada kaitan antara nilai IQ dengan keberhasilan hidup seseorang? Kontribusi IQ dalam menentukan keberhasilan seseorang hanya berkisar 10 %. Sisanya sebesar 90% adalah kontribusi dari EQ (Kecerdasan Emosi). IQ berhubungan dengan kemampuan berpikir kritis, sedangkan EQ terkait dengan kemampuan pengendalian diri, level kesadaran, penguasaan dan pemanfaatan emosi demi kemajuan diri. Inilah yang menjawab mengapa ada begitu banyak orang yang sangat pintar (ber IQ tinggi) namun memiliki prestasi yang biasa-biasa. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa jalur saraf yang berasal dari pusat emosi (sistim limbic) yang menuju ke pusat berpikir(korteks prefrontal) jumlahnya jauh lebih banyak daripada sebaliknya. Hal ini berarti emosi mengalahkan logika. Dengan kata lain, kemampuan berpikir seseorang lebih ditentukan oleh kondisi emosinya diaripada sebaliknya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Di<span> </span>masyarakat, nilai IQ yang tinggi bisa menjadi sebab diterimanya seseorang dalam sebuah pekerjaan, organisasi, maupun komunitas. Akan tetapi kualias EQ-lah yang akan menentukan seberapa baik orang tersebut eksis di dalamnya dan seberapa cepat dia di promosikan. Mungkin Anda pernah menemukan orang-orang dengan nilai IQ tinggi (cerdas) namun cenderung memiliki sikap negative seperti individualis, mudah tersinggung, sombong, arogan, tidak dapat bekerja dalam tim. Secara hasil kerja, tidak ada yang dapat meragukan kualitasnya. Hanya saja, dikarenakan sikap negative yang dimiliki, orang-orang dengan IQ yang tinggi ini menjadi pribadi yang tidak menyenangkan dan cenderung merusak suasana disekitarnya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>IQ hanyalah salah satu indicator yang banyak digunakan untuk memprediksi prestasi akademis. Anak yang memiliki IQ yang tinggi biasanya memiliki prestasi yang baik. Semakin tinggi IQ-nya secara umum semakin tinggi pula prestasi akademiknya. Namun, IQ tidak dapat digunakan untuk memprediksi prestasi hidup. Prestasi hidup lebih ditentukan oleh kecakapan hidup yang dikuasai oleh anak.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Penelitian yang dilakukan oleh Dr. Eli Ginzberg mengungkapkan bahwa mahasiswa yang lulus dengan mendapatkan penghargaan (predikat memuaskan, cum laude atau summa cum laude), mahasisaw yang mendapatkan penghargaan prestasi akademisnya, mahasiswa yang berhasil masuk dalam Phi Beta Kappa ternyata cenderung berprestasi biasa saja dalam hidup mereka.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Di Amerika pernah dilakukan sebuah penelitian untuk mengetahui 100 faktor yang menentukan pencapaian keberhasilan hidup. Dari hasil penelitian tersebut, ternyata factor “IQ yang tinggi” berada pada urutan ke 21, masuk ke sekolah yang top pada urutan 23, dan lulus dengan nilai yang sangat baik atau cum laude pada urutan 30. Factor-faktor penentu keberhasilan hidup dari 1 sampai 10, yaitu : </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>(1) bersikap jujur kepada semua orang; </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>(2)mempunyai disiplin yang baik; </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>(3) pintar bergaul; </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>(4)bekerja lebih keras daripada yang lain; </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>(5)memiliki semangat dan kepribadian yang kompetitif; </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>(6) memiliki kualitaskepemimpinan yang baik dan kuat; </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>(7) mengatur hidup dengan sangat baik; </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>(8)memiliki kemampuan untuk menjual idea tau produk; </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>(9)melihat peluang yang tidak dilihat ornag lain; </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>(10) berani mengambil resiko keuangan bila memberikan hasil yang baik.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Jika demikian, apakah perlu melakukan tes IQ pada anak? Hal ini tergantung keperluannya apa. Tes IQ sebaiknya digunakan untuk menemukan factor-faktor yang menyebabkan anak sulit belajar. Tes IQ yang tidak dilakukan dengan hati-hati dapat berakibat buruk bagi anak. Hasil tes IQ, berapapun hasilnya, baik tinggi maupun rendah akan menjadi label yang melekat pada diri anak, yang kemudian menjadi bagian pembentuk konsep dirinya. Disinilah letak bahayanya. </span></p>
<p>sumber:<a href="http://cendekia.web.id/2008/06/23/mitos-dibalik-tes-iq.html"> mitos di balik tes IQ</a></p>
<p><em><span style="color:#000080;">duh, setelah membaca artikel ini saya merasa aman berapa pun IQ saya. Walaupun saya gak tau berapa IQ saya, tetapi saya sangat merasa aman mendapati saya sering berorganisasi <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </span></em></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/vitta26.wordpress.com/34/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/vitta26.wordpress.com/34/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vitta26.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vitta26.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vitta26.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vitta26.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/vitta26.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/vitta26.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/vitta26.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/vitta26.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vitta26.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vitta26.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vitta26.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vitta26.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vitta26.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vitta26.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vitta26.wordpress.com&amp;blog=3657632&amp;post=34&amp;subd=vitta26&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vitta26.wordpress.com/2008/08/30/mitos-di-balik-iq/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9f08df5db8ecc75e4241958bbdafe70f?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">si mungiL</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ah!</title>
		<link>http://vitta26.wordpress.com/2008/08/27/ah/</link>
		<comments>http://vitta26.wordpress.com/2008/08/27/ah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Aug 2008 12:18:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vitta26</dc:creator>
				<category><![CDATA[agustus 2008]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vitta26.wordpress.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[hari ini gue sial Lagi!! serasa gw gak tahan disini n pengen pindah ke daerah laen yg guu impikan selama ini&#8230; tadi, gara-gara maslh sepele, gw di tegor dengan kata2 yg amat sangat ketus.. untung aj gw bisa membendung emosi guu! masa sih, cuma salah ngomong sampe segitunya!! lagi pula gw gak ngasal ngomong, gw [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vitta26.wordpress.com&amp;blog=3657632&amp;post=30&amp;subd=vitta26&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>hari ini gue sial Lagi!! serasa gw gak tahan disini n pengen pindah ke daerah laen yg guu impikan selama ini&#8230;</p>
<p>tadi, gara-gara maslh sepele, gw di tegor dengan kata2 yg amat sangat ketus.. untung aj gw bisa membendung emosi guu! masa sih, cuma salah ngomong sampe segitunya!! lagi pula gw gak ngasal ngomong, gw salah ngomong seketika guu kinta maaf n memperbaiki kesalahan guu..</p>
<p>eh, malah di tegur dgn kata2 yg amat menyakitkan hati.,. guu anak yg sopan, bukan anak yg kalian kira..! guu manggil org yg lebih tua gak pernah ngasal ngasal, guu tau diri.. guu gak pernah manggil org yng lebig tua dgn nama nya aja, selalu guu awali kak ato mb.. lg pula sesama temen aj guu jrg bgt make kata guu elo.. guu sering pake kata2 saya kamuu!</p>
<p>serasa gak kebendung, di sepanjang waktu, di depan temen2 gu pendem rasa itu, mu nangis rasanya.. guu diem&#8230; pdhl bukan sifat guu yg pndiem..!! sepulang ny, guu kena marah lagi,padahal guu udh izin ma ortu mu les ampe jm 1/2 6.. oartu nya guu aj yg lupa kl guu udh izin..</p>
<p>guu bendung lama&#8230; setelah guu nyampe di kamar.. guu langsung nangis selama yg guu bisa.. guu nulis apa yg ada di hati guu.. kata2 yg pengen guu keluarin, guu keluarin dengan goresan tinta.. udah redam rasa nya emosi guu.. udah lega.. guu buang kertas yg udah guu curhatin biar gak keinget lagi.. trus guu solat..</p>
<p>saat guu wudhu&#8230; huh.,.. <em>subhanallah</em> segar nya&#8230; emosi guu tambah stabil.. gak ada satu pun orang yang tau ttg kekesalan guu&#8230;!! kenapa sih.. kesialan selalu numpuk di satu hari???!!! <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/vitta26.wordpress.com/30/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/vitta26.wordpress.com/30/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vitta26.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vitta26.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vitta26.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vitta26.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/vitta26.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/vitta26.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/vitta26.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/vitta26.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vitta26.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vitta26.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vitta26.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vitta26.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vitta26.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vitta26.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vitta26.wordpress.com&amp;blog=3657632&amp;post=30&amp;subd=vitta26&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vitta26.wordpress.com/2008/08/27/ah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9f08df5db8ecc75e4241958bbdafe70f?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">si mungiL</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PUsing!</title>
		<link>http://vitta26.wordpress.com/2008/08/21/pusing/</link>
		<comments>http://vitta26.wordpress.com/2008/08/21/pusing/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Aug 2008 10:20:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vitta26</dc:creator>
				<category><![CDATA[agustus 2008]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vitta26.wordpress.com/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[pertama masuk SMA emank mnyenangkan.. sekaligus kebanyakan dari ce pada flirting ma kakak kelas.. eh, jangan salah! hampir semua.. mungkin termasuk guu emank masa remaja nyenengin, yang katanya gak bakal 2 kali n pada pengin lagi.. (kata org2 yg udh ngalamin LHo&#8230;) eh, tapi pusink juga ternyata di SMA&#8230; baru 1 minggu masuk, eh, tugas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vitta26.wordpress.com&amp;blog=3657632&amp;post=27&amp;subd=vitta26&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;">pertama masuk SMA emank mnyenangkan.. sekaligus kebanyakan dari ce pada <em><strong>flirting</strong></em> ma kakak kelas.. <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:left;">eh, jangan salah! hampir semua.. mungkin termasuk guu <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:left;">emank masa remaja nyenengin, yang katanya gak bakal 2 kali n pada pengin lagi.. (kata org2 yg udh ngalamin LHo&#8230;)</p>
<p style="text-align:left;">eh, tapi pusink juga ternyata di SMA&#8230; baru 1 minggu masuk, eh, tugas numpuk, uLangan dimana2.. bisa-bisa dalam satu hari ulangan semua.. untung aja masih sempet nulis di bLog ini.. <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:left;">huh.. guru nya pun pada bermacem-macem.. hhe! ada yg ketus, ada yg ngajak ketawa terus, ada yang mikirin duuiiit lagiii!, ada yang mikirin internet terus, ada yg sok ketat lah, ini lah itu lah.. tapi guu tau, suatu hari, hari itu bakalan ngangenin banget buat guu..!!</p>
<p style="text-align:left;">nah, guu masih sempet2 nya nih nulis di bLog, padahal besok pada ulangan, ngambil nilai, hafalan, de el el dah..</p>
<p style="text-align:left;">hafalan buat guu pusing bgt!! hafalan agama, b.ingg, kimia, bLa bLa bLa..! tapi jangan gitu.. gitu gitu untuk ilmu.. bukan untuk nilai, demi masa depan (mulai lebay nya nih!!) <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:left;">buat yang masih muda muda alias imut2 n semoga kaga amit amit (lebay!:P) buatlah masa remaja kalian indah supaya gak nyesel nantinya, juga buatlah masa depan kalian cerah!!! hha!! eh, jangan salah! ni pesennya orang imut Lho!! <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:left;">oia, guu masih bingung Lho.. co yg suka flirting itu berarti co yg gimana y?? apakah dia suka semua ce?? dikit2 flirting dikit2 flirting</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/vitta26.wordpress.com/27/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/vitta26.wordpress.com/27/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vitta26.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vitta26.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vitta26.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vitta26.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/vitta26.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/vitta26.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/vitta26.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/vitta26.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vitta26.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vitta26.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vitta26.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vitta26.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vitta26.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vitta26.wordpress.com/27/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vitta26.wordpress.com&amp;blog=3657632&amp;post=27&amp;subd=vitta26&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vitta26.wordpress.com/2008/08/21/pusing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9f08df5db8ecc75e4241958bbdafe70f?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">si mungiL</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
